Oleh : Anik 

Mediaoposisi.com- Nusa Dua - Pemerintah galau saat memutuskan untuk menaikkan atau mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Padahal pemerintah melalui Kementerian ESDM rencananya akan menaikkan harga premium pada (10/10) pukul 18.00 WIB. Namun dibatalkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan satu jam setelah konferensi pers kenaikan digelar.

Pembatalan disebut karena menunggu Pertamina untuk memperhitungkan dan menyiapkan diri untuk menjalani kenaikkan.

Menteri BUMN Rini Soemarno buka suara, dia menyebut memang ada kesalahan dalam pengambilan keputusan tersebut. Sementara itu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku dibutuhkan penyesuaian sistem untuk kenaikkan harga BBM itu. (Detik.com)

Kenaikan BBM memang memicu protes sejumlah pihak, bagaimana tidak kenaikan BBM akan secara otomatis mempengaruhi seluruh harga yang ada di masyarakat mulai dari harga sembako hingga tarif angkutan umum.

Bukan hanya para Ibu ruma tangga yang merasakan dampak bila BBM naik, melainkan pedagang hingga para pelajar pun merasakan efek dari kenaikan BBM.

Ketidak pastian harga premium salah satu contoh Ketidak seriusan pemerintah dalam mengurus rakyatnya, Rezim sekuler yang Dzolim mereka hanya gila pencitraan dan hanya untuk melanggengkan kekuasaan.

Hanya kepemimpinan Islam yang bisa diharapkan oleh Umat. Karena kepemimpinan Islam tegak diatas keimanan dan berjalan diatas kebenaran hakiki. [MO/gr]

Posting Komentar