Mediaoposisi.com-|Salam redaksi-Sudah beberapa bulan terakhir rupiah tak kunjung baik.nilai rupiah terus terdepresi terhadap dolar AS.Nilai tukar rupiah rabu ini senilai Rp.15.199 per dolar AS lebih kecil di banding hari senin kemarin rupiah terperosok sampai ke level Rp.15.253 per dolar As.jauh merosot  jika di bandingkan dengan asumsi APBN 2018 yang hanya Rp.13.400 per dolar AS.

Ketidak setabilan rupiah membuat pemerintah haru memutar otak agar rupiah dapat terselamatkan atas tekanan hegemony mata uang dolar AS yang semakain menguat.

Dalam rangka untuk menggenjot mata uang Rupiah pemerintah dan Bank Indonesia bisa dibilang sudah mati-matian agar rupiah tetap stabil.

Bl sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 150 basis point agar rupiah tidak semakin terdepresi terhadap hegemony dolar AS.
Begitupun dengan pemerintah sudah menekan impor dengan menaikkan PPh impor tas barang konsumsi.

Tidak hanya itu saja kecanduan akan impor minyak bangsa ini  membuat pemerintah menerapkan kebijakan pencampuran biodesel pada BBM (B20) agar impor minyak bisa di tekan.Akibatnya rakyat juga mau nga mau harus mencicipi pahitnya akan kenaikan harga BBM.

Namun bak menguras air laut usaha pemerintah tak membuahkan hasil.rupiah tetap saja tertekan oleh kekuatan dolar AS yang semaikin digdaya.Pertanyaanya kapankah penderitaan ini akan berakhir ?[MO/an]

Posting Komentar