Oleh: Evalasari, S. Pd.

Mediaoposisi.com- Pada tanggal 13 Juli 2018 yang lalu terjadi terjadi hal yang vital membuat geger masyarakat dengan adanya pernikahan dini tepatnya di Kampung Saka Desa Tuangkan Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan.

Pernikahan dini ini menjadi vital karena usia kedua mempelai masih ABG, mempelai laki-laki berisi an 14 tahun sedangkan mempelai wanita berusia 15 tahun, hingga berita ini sampailah kepada pemerintah dan esok harinya tepat pada tanggal 14 Juli 2018 setelah adanya perundingan  antara penghulu dan KUA setempat membatalkan pernikahan tersebut tidak sah secara agama ataupun negara  dengan dalih  usia  kedua  mempelai yang masih anak-anak.

Begitulah faktanya di sistem saat ini, batasan menikah adalah usia bukan baligh. Sistem saat ini usia mempelai laki-laki diharuskan sekurang-kurangnya 19 tahun dan mempelai wanita sekurang -kurangnya 16 tahun. Padahal menurut syariat Islam ketika seseorang sudah baligh  dan sudah berkeinginan serta mampu  untuk menikah maka baginya diperbolehkan menikah.

Berbeda dengan kondisi saat ini, jika ada yang menikah dini padahal sudah diperbolehkan menikah  menurut  syariat dianggap  sesuatu  yang aneh, diperbincangkan, dinyinyiri, bahkan dibatalkan karena dianggap  belum  cukup  umur menurut  undang-undang yang berlaku  padahal secara agama pernikahan  tersebut sah, karena sudah  terpenuhinya  syarat-syarat menikah.

Menikah adalah suatu hal yang suci menjauhkan  seseorang dari kemaksiatan menjadi  suatu hal yang halal dan diridhoi Allah. Tapi ketika perzinahan dilakukan dilakukan  oleh anak remaja ABG, masyarakat  bungkam seolah-olah hal ini menjadi suatu hal yang biasa dan lazim terjadi, bahkan untuk penutupi  aib perzinahan seketika dilakukan pernikahan.

Saudaraku marilah kita berpikir cemerlang tidak terbawa dengan  arus  pemikiran  liberalisme, yang halal seolah-olah haram dan sebaliknya yang haram  dibuat seolah-olah halal. Marilah kita kembali kepada Islam, bagaimana Islam memecahkan segala permasalahan serta mengatur segala aspek kehidupan secara  menyeluruh.[MO/sr]

Posting Komentar