Oleh  : Mina Uthaiba 
Aktivis Back to Muslim Identity Kalsel

Mediaoposisi.com- Gerakan mahasiswa ekstra kampus merupakan salah satu wadah mahasiswa untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.

Hal ini baik diakui atau tidak bahwa mahasiswa itu memiliki maghnetik (daya tarik) tersendiri terkait dengan dunia perpolitikan di tanah air. Lembaga pergerakan aktivis mahasiswa hingga hari ini terus disoroti perannya selaku penggerak aktivis mahasiswa dalam mengawal setiap kebijakan penguasa.

Banyaknya lembaga pergerakan aktivis mahasiswa tentu menjadi pertanyaan sudah sebanyak apa kontribusi mereka terhadap kesejahteraan rakyat hari ini.

Lembaga pergerakan aktivis mahasiswa sebagai sarana untuk menuangkan aspirasi dalam wujud aksi nyata kepedulian mahasiswa terhadap nasib rakyat, nyatanya kembali dipertanyakan. Akhir-akhir ini isu tentang radikalisme menjadi headline news di setiap media elektronik maupun cetak.

Dan peran lembaga pergerakan aktivis mahasiswa kembali disoroti untuk menangkal paham radikal yang dianggap meresahkan masyarakat , bahkan isu ini sampai menjadi ancaman bagi kesatuan NKRI. Sebab, Radikalisme yang memasuki kampus.

Ridlwan Habib, Peneliti Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, mengusulkan Kemenristek Dikti dan kampus untuk melakukan sejumlah hal, diantaranya menggandeng gerakan mahasiswa Islam untuk ikut berpartisipasi melawan terorisme dan radikalisme. (CNNIndonesia.com¸10,06,2018).

Bahkan beberapa bulan lalu 17 lembaga pergerakan mahasiswa juga melakukan “Deklarasi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Melawan Radikalisme dan Terorisme” salah satu isi seruannya adalah :

 “Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengecam keras setiap aksi teror, ujaran kebencian, tindakan intoleran, dan penyebaran paham-paham radikal yang membunuh martabat kemanusiaan, memicu keresahan dan kecurigaan di tengah masyarakat”
( Kumparan.com, 04/06/2018).

Berbagai permasalahan bangsa yang paling disoroti hingga hari ini adalah tentang paham radikalisme, terorisme, intoleransi yang kemudian meresahkan kondisi masyarakat kekinian.

Disamping itu, dikaitkannya paham radikalisme ini dengan sebuah gagasan pemikiran ideologi Islam. Yakni seruan untuk menegakkan Khilafah dianggap bertentangan dengan empat pilar.

Disaat lembaga pergerakan kampus menghargai dan menjunjung tinggi mengenai gagasan pemikiran Ideologi. Apalagi Ideologi Islam juga tidak menjadi masalah. Padahal, demokrasi menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. 

Hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika ada sebuah gagasan pemikiran yang berbeda masuk di tengah kehidupan masyarakat hari ini.

Paham-paham seperti liberalisme, femenisme, sekularisme, atheisme, sosialisme, kesetaraangender, LGBT bahkan paham komunisme yang dianut oleh individunya saja masih langgeng di negeri ini.

Lantas mengapa khilafah yang sejatinya merupakan gagasan pemikiran dari Islam sekaligus menjadi solusi permasalahan bangsa justru dianggap sebagai ancaman di negeri mayoritas muslim ini.

Bahkan, di Perguruan Tinggi saja paham-paham sekuler, marxisme, atheisme dan lainnya bisa diajarkan lalu mengapa untuk Khilafah tidak.

Sejatinya ini menjadi sebuah keharusan bagi semua elemen gerakan mahasiswa untuk duduk bersama guna membangun pemikiran menyeluruh untuk melihat permasalahan rakyat ini serta melihat adanya musuh bersama (common enemy) yang harus dilawan oleh pergerakan mahasiswa.

Sehingga dengan adanya musuh bersama ini, maka persoalan ideologi gerakan yang berbeda akan bersatu karena adanya musuh bersama untuk di tumpas.

Seharusnya yang dijadikan sebagai salah satu musuh bersama oleh organisasi dan gerakan mahasiswa adalah korupsi. Korupsi merupakan problema serius negeri ini.

Karena korupsi sudah membudaya disemua level kehidupan. Bahkan kalau tak ada semangat kolektif untuk memberantasnya, bisa menghancurkan negeri ini dalam kebangkrutan.

Dengan demikian, peran dari gerakan mahasiswa sangatlah penting, gerakan mahasiswa merupakan sebuah proses perluasan peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Adanya gerakan mahasiswa dengan perannya yang signifikan dalam perubahan secara langsung akan memberikan solusi dan kontribusi terhadap kesejahteraan rakyat ini.

Di sinilah letak pentingnya sebuah gerakan dibangun, yakni untuk secara aktif dan partisipatif berperan serta dalam proses perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Selain itu, sebuah gerakan yang dibangun juga akan meningkatkan daya kritis mahasiswa secara keseluruhan dalam melihat berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun internasional.

 Dan dari visi inilah dapat terwujud perbedaan yang tidak memecah belah namun merekatkan karena kesamaan tujuan yang diperjuangkan oleh gerakan mahasiswa yakni memperjuangkan kehidupan sejahtera bagi rakyatnya. [MO/gl]

Posting Komentar