Oleh : Kartiara Rizkina Murni

Mediaoposisi.com-Kondisi permukaan jalan dalam kompleks rumah sakit umum daerah teungku peukan (RSUD TP) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) semakin memprihatinkan. Selain mengalami rusak parah kurun waktu lama, air hujan tergenang di mana-mana selama beberapa hari belakangan akibat tingginya intensitas hujan.

Di lansir dari Serambinews.com Rabu, air hujan menggenangi permukaan jalan yang rusak parah terjadi sejak dari pintu gerbanng masuk, lintas masuk ruang IGD, jalan depan ruang poli sampai jalan samping kanan menuju belakanng rumah sakit serta lokasi parkir kendaraan roda dua.

Salah seorang pengunjung, mengatakan kondisi permukaan jalan dalam kompleks rumah sakit yang rusak sudah berlangsung lama, sampai permukaan aspal tidak kelihatan lagi. Akan tetapi tidak menjadi prioritas penanganan pihak rumah sakit yang ramai pengunjung itu.mereka hanya menimbun lubang-lubang jalan dengan kerikil.

Namun kerikil tersebut tidak di ratakan sehingga bergelombang yang menyebabkan kendaraan yang membawa warga sakit bergoyanng-goyang saat melintasi komplek rumah sakit. Sistem drainase yang buruk juga menjadi penyebab banyaknya air yang menggenang.

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur setiap sendi kehidupan manusia. islam juga menjelaskan dan memberikan solusi mengenai problematika manusia. baik dari segi ibadah, politik, akhlak, ekonomi termasuk juga dalam kesehatan.

Dalam islam penanganan mengenai kesehatan sangatlah baik melihat bagaimana Rasulullah dan sahabiah  dalam memperhatikan kondisi kesehatan umat. Mereka sama sekali tidak abai dalam hal ini. Yang terpenting adalah bagaimana pemimpin dapat  melayani kesehatan umat.

Pengertian sederhana tentang pelayanan kesehatan dalam islam adalah segala bentuk kegiatan asuhan medik dan keperawatan yang di bingkai dengan kaidah-kaidah islam melalui pengajaran yang berkaitan dengan hubungan sosial dan keperdulian terhadap sesama. Pelayanan kesehatan merupakan bagian akhlak, seorang muslim beriman akan menjalankan fungsinya sebagai seorang hamba, sehingga memberikan pelayanan kesehatan adalah bagian dari memelihara umat.

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang islami di RS, para dokter dan perawat haruslah mencerminkan pada pengetahuan, sikap dan keterampilan profesionalitas. Termasuk juga bagi para pihak rumah sakit untuk dapat memfasilitasi keperluan umat agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Namun membaca berita di atas terlihatlah bahwa pihak rumah sakit tidak fokus dalam memberikan pelayanan kesehatan pada umat. Jalan yang rusak dengan di genangi air justru akan berdampak buruk bagi warga yang datang ke RS tersebut. sistem drainase yang buruk membuat air banyak menggenang hingga dapat menutupi jalan di tambah jalan-jalannyapun banyak berlubang. Ini sangatlah berbahaya, karena dapat menyebabkan kecelakaan.

Dalam hal ini pengawasan pemerintah juga ada, melihat bagaiman kondisi rakyatnya. Apakah rakyatnya sudah terpenuhi kebutuhannya. Sama halnya dengan pihak RS, pemerintah juga abai dalam menangani jalan di rumah sakit itu,karena perihal itu bukanlah tangung jawab rumah sakit saja, pemerintah juga memiliki andil dalam memperbaikinya.

Akan tetapi, karena indonesia tidak menerapkan sistem Islam melainkan sistem kapitalis, maka pelayanannya akan sesuai aturan sistemnya. Kapitalis yang berusaha untuk meraup untung sebanyak-banyaknya tidak lagi perduli dengan kondisi kesehatan umat. Memberikan pelayanan kesehatan yang rendah demi mengurangi pengluaran rumah sakit atau pemerintah.

Berbeda sekali saat islam sebagai pengatur kehidupan manusia yang di terapkan dalam negara. Dokter-dokter dan perawat di terjunkan langsung kerumah-rumah untuk melihat kondisi kesehatan umat sehingga umat tak perlu lagi bersusah payah datang ke RS. Jikalaupun memang ada keadaan darurat yang harus di tangani di RS barulah warga yang sakit di bawa ke RS, tentu saja dengan penanganan yang baik dan cepat.

Sebagaiman sebuah hadis berikut:

حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ أَسْأَلُهَا عَنْ شَيْءٍ فَقَالَتْ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ فَقَالَتْ كَيْفَ كَانَ صَاحِبُكُمْ لَكُمْ فِي غَزَاتِكُمْ هَذِهِ فَقَالَ مَا نَقَمْنَا مِنْهُ شَيْئًا إِنْ كَانَ لَيَمُوتُ لِلرَّجُلِ مِنَّا الْبَعِيرُ فَيُعْطِيهِ الْبَعِيرَ وَالْعَبْدُ فَيُعْطِيهِ الْعَبْدَ وَيَحْتَاجُ إِلَى النَّفَقَةِ فَيُعْطِيهِ النَّفَقَةَ فَقَالَتْ أَمَا إِنَّهُ لَا يَمْنَعُنِي الَّذِي فَعَلَ فِي مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَخِي أَنْ أُخْبِرَكَ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي بَيْتِي هَذَا اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ حَرْمَلَةَ الْمِصْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ

Artinya : Aisjah r.a berkata : “saya telah mendengar rasulullah saw bersabda di rumahku ini : ya allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan umatku, lalu mempersukar pada mereka, maka persukarlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah lembut pada mereka, maka permudahlah baginya.” (HR. Muslim)[MO/sr]

Posting Komentar