Oleh : jartika

Mediaoposisi.com- ACEH UTARA — Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Utara, H. Muhammad Thaib bersama para kadernya akhir-akhir membantu merehab rumah-rumah masyarakat miskin. Belum lama ini, Ketua PA, H. Muhammad Thaib turun langsung ke lapangan untuk melihat rumah yang memang layak dibantu.

"Kita dari Partai Aceh dalam hal ini peduli masyarakat miskin. Jadi waktu kita berkunjung ke tiap-tiap kecamatan bersama kader PA, kita melihat rumah-rumah yang memang layak direhab," kata H. Muhammad Thaib kepada media ini, Rabu (19/9/2018).

H. Muhammad Thaib mengatakan, sumber dana yang dipergunakan untuk membantu merehab rumah-rumah warga miskin tersebut merupakan inisiatif sumbangan dari kader-kader partai yang kini naik ke provinsi maupun kabupaten.

"Ini kan kita bantu secara pelan-pelan melalui kader-kader partai. Kemarin ada dua rumah yang kita rehab dan nanti kita lihat lagi bersama kader partai di lapangan," ujarnya lagi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Tanah Jambo Aye, Abdul Rafar sangat mengapresiasi langkah H Muhammad Thaib atau sapaan Cek Mad selaku ketua partai yang peduli terhadap masyarakat miskin.

"Langkah Cek Mad sudah tepat dan ini merupakan inisiatif Cek Mad bersama kadernya memperhatikan nasib masyarakat miskin. Saya selaku masyarakat sangat mengapresiasi Cek Mad dan Partai Aceh," tukas Abdul Rafar.

Analisis
Sudah sangat nampak gedok sikap dibalik ideoligi kapitalis yang sudah menjadi suatu pemikiran dari ketua PA dan para kadernya, yang akhirnya pemikiran ini akan timbul dalam suatu tindakan.

Beginilah ideoligi kapitalis yang menggerogoti setiap orang baik penguasa maupun yang dikuasainya. Mereka hanya mau melakukan atau membantu orang-orang yang layak dibantu ketika rakyat ini dapat memberikan keuntungan bagi mereka dalam berkuasa.

Muka sopan dan pakek istilah merakyat ini juga salah satu mantra yang paling ampuh bagi mereka dalam menaklukkan hati rakyat. Dengan keadaan rakyat yang memang memerlukan bantuan dan uluran tangan, rakyat akan beranggapan inilah penyelamat yang mujarab, perlu ni kita dukung, lagi pun cuman nusuk doang (kata rakyat). Namun ketika mereka berada ti atas kekuasaan yang mereka inginkan, saat itu pula si kacang akan lupa kulitnya.

Padahal didalam islam penguasa atau pemerintah memang sudah tugasnya sebagai suyu'upin ummah (mengurusi umat ), dan disisi lain dalam  menolong seorang itu harus ikhlas supaya menjadi ihsanul-amal, tidak boleh karna ada imbalan.

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Sangat jelas sekali bahwa kepemimpinan didalam islam akan menjamin kesejahteraan dan ketentraman baik dari segi agama, aqal, harta,jiwa maupun keturunan. Seperti sejahteranya umat terdahulu dibawah naungan khilafah islamiyah, dan ini adalah sejarah yang harus kita bangkitkan kembali. Namun kebangkitannya itu harus kita perjuangkan dengan sepenuh hati sehingga akan kembali tegaknya kepemimpinan islam yang akan menjamin kesejahteraan rakyat sepenuhnya.[MO/sr]

Posting Komentar