Oleh: Siti Paulina


Mediaoposisi.com-Guruku pahlawanku! Guru adalah profesi yang sangat mulia dan mempunyai peran yang sangat besar dalam mencerdaskan bangsa. Begitu hebatnya seorang guru, dia mampu berdiri ditengah hiruk pikuknya masalah yang terjadi saat ini. Mereka tetap menjaga, mempertahankan dan memikul tanggung jawab yang mulia. Akhir-akhir ini banyak sekali guru-guru yang resah terutama guru honorer. Mereka makin gencar melakukan gerakan penolakan atas rekrutmen CPNS 2018 diberbagai daerah. diKarawang Jawa Barat (17/9) para guru honorer memutuskan untuk tidak mengajar.

Menurut Ahmad Gojali sekitar 4000 kolega melakukan aksi mogok mengajar sebagai bentuk protes atas peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi Birokrasi (MenPan-RB) tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi PNS 2018 dan mereka berkumpul digedung PGRI Karawang. Mendengar hal ini ketua staf kepresidenan Moeldoko meminta pekerja honorer agar tidak memaksakan kehendak mengikuti seleksi CPNS 2018.

Sungguh miris, banyak sekali guru honorer diIndonesia yang ingin menjadi PNS. Tapi apa daya, pendaftaran CPNS yang dibuka oleh pemerintah sangatlah menyulitkan, banyak sekali peraturan-peraturan yang harus mereka penuhi. Keadaan ini membuat mereka bingung, ditengah kondisi ini, sembako, sandang, papan dan pangan sangatlah mahal. Sedangkan gaji yang mereka peroleh dari status yang mereka sandang tidaklah mencukupi. Mereka juga menginginkan status dan pekerjaan yang tetap demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kenapa semua ini bisa terjadi?

Karena sistem sekuler telah memperlakukan guru yang mana profesinya sebagai pendidik dengan perlakuan yang buruk. Dan sistem ini tidak memikirkan betapa urgennya pendidikan, terutama diIndonesia. Sistem ini telah menempatkan sistem pendidikan sebagai bisnis untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya sebagai komponen dari ekonomi. Saat ini banyak sekali tempat pendidikan yang dijadikan sebagai pencetak mesin industri yang kental dengan hitungan untung dan rugi.

Sistem ini sangatlah buruk karena telah meresahkan banyak masyarakat terutama Guru. Pandangan islam terhadap pendidikan dan para pendidik sangatlah bertolak belakang dengan sistem sekularis kapitalis. Dalam pendidikan islam, islam memandang pendidikan sangatlah penting untuk menjadikan pemuda dan bangsa menjadi orang-orang yang bertakwa yang mampu memajukan dan menyejahterakannya. Islam menjadikan pendidik sebagai pilar peradaban mulia, dan menjadikan guru sebagai salah satu arsiteknya. Semua ini tampak dari keseriusan negara islam dalam mengutamakan pendidikan dan jaminan untuk kesejahteraaan guru. Karena gurulah yang akan membimbing, membina, mengayomi, mengajarkan dan mendidik bangsa menjadi orang-orang yang luar biasa.[MO/dr]

Posting Komentar