Oleh : Ndarie Rahardjo
Guru Paud, Depok

Mediaoposisi.com-Cedera atau luka secara definisi bahasa adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi.

Saat ini pun umat Islam di seluruh dunia merasa dilukai oleh perbuatan segelintir manusia bodoh yang telah berani membakar bendera tauhid pada saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat.

Pasalnya pelaku merupakan anggota dari Banser yang notabene adalah bagian dari ormas besar Islam GP Ansor.

Hari santri yang mengusung tema “Bersama Santri Damailah Negeri” ternyata berubah menjadi aksi yang menyulut kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

Kedamaian itu terkoyak , apalagi alasan yang diberikan justru tidak memberikan kejernihan logika berpikirnya.

Bagaimana mungkin bendera yang jelas-jelas bertulis lafaz tauhid itu di sematkan kepada sebuah organisasi (HTI) yang sudah dicabut BHP-nya hanya karena kebenciannya yang membabi buta.

Karena kebenciannya itulah kebenaran sekalipun tidak dapat diterimanya, bahwa bendera tauhid yang dibakar itu adalah milik kaum Muslimin di seluruh dunia, dia adalah panji Rasulullah SAW, di mana banyak darah para syuhada mengalir demi mempertahankannya agar tidak terjatuh.

Dialah yang disebut dengan Ar-Rayyah/Panji, bendera berwarna hitam bertulis kalimat Laa Ilaha ilallah, Muhammadur Rasulullah berwarna putih. Ar Rayyah selalu dibawa oleh pasukan ekspedisi yang dikirim pada setiap pembebasan suatu wilayah.

Selain Ar-Rayyah yang berwarna hitam umat Islam juga memiliki Al-Liwa yaitu bendera berwarna putih yang tertulis kalimat Laa Ilaha ilallah, Muhammadur Rasulullah berwarna hitam. Keberadaan Al-Liwa merupakan simbol dari kenegaraan Islam.

Dakwah pun telah sampai kepada mereka,  namun kekerasan hati dan kebutaan akalnya tidak mau menerima suatu kebenaran, justru yang terjadi adalah sebaliknya, persekusi terhadap tokoh dan ulama.

Tidak jarang acara kajian yang sekiranya akan dilaksanakan malah dibubarkan dengan paksa tanpa tabayyun dahulu.

Jika dicermati setiap aksi yang mereka lakukan terlihat seperti berpola, ada unsur kesengajaan dan pembiaran dari pihak yang berwenang. Bagaimana mungkin aksi kekerasan bisa ditolelir?

Sedangkan yang jelas-jelas tidak pernah terekam aksi kekerasan justru dibubarkan dan dimatikan. Umat Islam seluruh dunia mengecam aksi pembakaran itu karena merupakan pelecehan terhadap agama Islam dan simbol-simbolnya untuk itu siapapun pelakunya harus dijatuhkan hukuman.

Dengan peristiwa ini, kita umat Islam semakin menyadari betapa selama ini Barat dengan ideologi kapitalisme sekularisme telah mengerat-erat kaum Muslimin, mengkotak-kotakkan kekuatan kaum Muslimin menjadi empat golongan yaitu:

Pertama, fundamentalis. Fundamentalis  adalah  kelompok umat Islam yang menolak nilai nilai Barat, dan menginginkan sebuah negara yang menerapkan hukum-hukum Islam secara ekstrem. Kedua, tradisionalis.

Kelompok yang menginginkan masyarakat yang konservatif yaitu mempertahankan keadaan, kebiasaan dan tradisi yang berlaku.

Ketiga, modernis. Untuk kelompok yang menginginkan Islam menjadi bagian modernitas global, ingin mereformasi Islam agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Keempat, sekularis yang isinya adalah   kelompok yang menginginkan dunia Islam dapat menerima paham sekular dengan cara yang sama seperti Barat memandang agama yaitu membatasi peran agama hanya pada lingkup pribadi saja.

Ini yang termaktub dalam dokumen RAND Corporation yang menjadi lembaga Think Tank-nya AS.

Dalam menjalankan agenda mapping plan terhadap umat Islam tersebut, lembaga itu pun membuat rekomendasi cara penghancurannya agar tidak membahayakan  bagi hagemoni Barat di dunia Islam  khususnya di Indonesia dan seluruh dunia pada umumnya.

Cara yang ditempuh adalah cara politik belah bambu, mereka mendukung satu pihak dan akan menjatuhkan pihak yang lain serta membenturkan antar kelompok.

Untuk golongan dua, tiga  dan empat dianggap aman, karena bukan ancaman bagi kepentingan AS. Oleh karenanya akan mendapat dukungan baik moril maupun materiil, tapi bentuk dukungannya tetap dipetakan lagi, disesuaikan kebutuhan AS.

Untuk kelompok tradisional akan tetap didukung namun sebatas untuk mengarahkan agar mereka melawan kelompok fundamentalis dan mencegah adanya pertalian yang erat di antara keduanya. sekaligus mendorong kerja sama dengan kelompok modrnis.

Untuk kelompok Modernis didukung agar mengembangkan visi tentang Islam, sehingga mengungguli kelompok tradisionalis yang selanjutnya menyebarkan pengaruh pandangan mereka di tengah-tengah publik untuk mewakili Islam kontemporer.

Untuk Kelompok sekularis bentuk dukungannya secara kasus per kasus dan mendorong pengakuan fundamentalis sebagai musuh bersama, mendorong ide bahwa agama dan negara dapat dipisahkan, karena tidak membahayakan tapi justru memperkuatnya.

Sedangkan untuk kelompok fundamentalis mereka harus diperangi/dimusuhi, dengan menunjukkan kelemahan pandangan Islam mereka, membuat stigmatisasi negatif sebagai pengacau, pengecut dan perpecahan.

Setelah mengetahui rangkaian fakta ini maka sudah seharusnya umat Islam merapatkan barisannya, dan menyadari dengan segenap hati dan jiwanya bahwa ini adalah konspirasi global Barat AS untuk menahan laju kebangkitan umat islam.

AS meyakini bahwa kekuatan politik Islam akan kembali memimpin dunia untuk yang kedua kalinya, ini sudah mereka ramalkan dalam Mapping  The Global Future yang dikeluarkan oleh NIC. Sehingga mereka akan menggunakan berbagai macam cara agar bisa menghentikanya.

Dan ingat AS di dalam menjalankan aksi-aksinya di dunia tidak pernah menggunakan tangannya sendiri, dia akan meminjam tangan-tangan penguasa, pengusaha dan yang lainya yang loyal.

Inilah saatnya umat Islam untuk bersatu kembali, keluar dari jebakan RAND Corp. Jalin ukhuwah Islamiyah, tinggalkan ashobiyah dan nasionalisme yang terbukti telah mengerat-erat umat Islam di seluruh dunia.

Kita punya Tuhan yang satu yaitu Allah, Nabi kita satu yaitu Muhammad Rasulullah, kitab suci kita satu yaitu Al-Qur’an, kiblat kita juga satu yaitu Ka’bah  dan kita akan berada dalam satu komando di bawah bendera dan panji yang agung Al-Liwa dan Ar-Rayyah.

Kebatilan dan keserakahan kapitalisme akan segera tumbang dan digantikan dengan cahaya Islam yang menerapkan seluruh hukum-hukum Allah secara sempurna. Yang akan dirasakan keadilannya dan kemakmurannya oleh seluruh alam. Tidak lama lagi![MO/gr]

Posting Komentar