Oleh: KH Abdul Qoyyum

Mediaoposisi.com-Malang, Ahad (28/10), selepas sholat subuh sekitar 5000 peserta Aksi Bela Kalimat Tauhid telah memadati Alun-alun Kota Malang.

Aksi yang dihadiri elemen umat yang tergabung dalam Komunitas Pembela Tauhid Malang Raya berlangsung semarak. Aksi ini dilatarbelakangi oleh insiden pembakaran Ar-Rayah oleh oknum berseragam banser yang terjadi beberapa waktu lalu di Garut. Aksi yang dipenuhi atribut bertuliskan kalimat tauhid merupakan bentuk pembelaan terhadap simbol islam yang dinistakan.

KH. Abdul Qoyyum pimpinan Majelis Ta'lim Pondok Bambu Al Islam Kota Malang yang ikut serta hadir dalam aksi memberi komentar terkait tragedi pembakaran Ar-Rayah. Ulama Malang Raya yang lebih akrab dipanggil Abah Qoyyum menyatakan bahwa tragedi pembakaran kalimat tauhid ini telah membakar hati seluruh umat Islam. Bukan hanya umat Islam di Indonesia melainkan juga umat Islam di luar Indonesia.

"Bendera tauhid itu merupakan bendera Rasul, dan itu bukan bendera Hizbut Tahrir," Kata Abah Qoyyum, "wajar umat Islam memiliki kemarahan yang tinggi."

Ia menganalogikan, jika bendera partai saja dibakar saja kadernya pasti bereaksi, tentu adalah hal yang lumrah jika umat Islam juga bereaksi jika bendera Rasul dibakar.

Untuk itu, Abah Qoyyum mengungkapkan, pelaku pembakaran ini tidak boleh dibiarkan, harus ada tindakan.

"Yang jelas, harus minta maaf kepada umat Islam yang paham Islam dan mengerti aqidah. Tapi nggak cukup dengan permintaan maaf melalui video. Karenanya, bertaubatlah kalian. Jangan sampai terulang kembali. Ini merupakan dosa besar." Pungkasnya. [MO/sr]

Posting Komentar