Mediaoposisi.com|Redaksi- Minggu 28 Oktober 2018. Aksi yang diadakan di alun-alun Malang telah dibubarkan oleh pihak aparat. Pembawa acara aksi sudah menyampaikan untuk membubarkan aksi dengan tertib dan damai.

Aksi kali ini ada oknum yang berpenampilan memakai sarung dan peci merebut bendera tauhid yang tadinya akan dipasang di balon yang akan diterbangkan.Kisruh pun mulai muncul diakibatkan oleh oknum tersebut yang sempat akan membuat rusuh.

Lagi-lagi Ribuan peserta Aksi dari Kaum Muslimin se-Jawa Timur dibuat keadaanya kacau.Hal ini terjadi disebabkan oleh pihak oknum yang sengaja di seting untuk merusak suasana aksi agar terjadi ricuh.

Sudah terbukti kali ini aparat dan  pihak kepolisian dan walikota Malang mulai mengusung tentang legalitas Aksi. Dengan alasan takut terjadi chaos. Padahal dalam pembubaran aksi, mereka bubar dengan tertib, namun tiba-tiba ada pihak oknum yang merusak suasana kemudian hampir terjadi aksi kekerasan.

Sungguh aneh dibalik aksi yang damai kenapa tiba-tiba aparat menyuruh bubar.Disaat peserta aksi yang ramai mau bubar kenapa tiba-tiba muncul provokator aksi. Nampaklah hari ini bahwa Aparat dan Rezim kian takut kalau Umat Islam Bersatu dan ingin menggantikan pemimpin negara yang ada saat ini.[MO/sr]

Posting Komentar