Oleh: Widi Yanti

Mediaoposisi.com- Media baru (era digital) merupakan istilah yang digunakan untuk kemunculan digital,jaringan internet khususnya teknologi informasi computer. Namun saat ini handphone (telepon genggam) merupakan salah satu media yang sangat diminati. Tidak hanya sebagai sarana untuk komunikasi sebagaimana fungsi utamanya dulu untuk telepon dan kirim pesan singkat.

Dengan sebutan smartphone mampu membuktikan seakan-akan dunia  ada digenggaman. Informasi apapun dari bidang politik,social,budaya, pendidikan ataupun infotainment dalam hitungan detik begitu mudah didapatkan. Tidak hanya meliputi Negara Indonesia tapi secara global mendunia. 

Saat akan  bepergian,berbelanja makanan,pakaian bahkan barang elektronik cukup dengan klik hp dan terjadilah transaksi. Cukup mudah dilakukan siapapun, dari anak-anak  sampai kakek nenek pun mampu untuk melakukan hal ini.

Terlepas dari banyak pemanfaatan handphone untuk memudahkan penggunanya, ada pengaruh paham kebebasan berpendapat yang mampu tertuang indah dalam berbagai tulisannya. Bisa melalui whatsapp, twitter, instagram, facebook ataupun line. Tulisan pun beragam dari bagi-bagi resep masakan ,promosi dagangan, dakwah, sampai  politik dan banyak hal lain termasuk status curahan isi hati sang pemilik akun .

Dalam bentuk visual HP menyediakan aplikasi youtube yang menampilkan video/film dari berbagai penjuru dunia. Video pun secara bebas bisa diupload tanpa ada batasan apakah itu melanggar norma agama ataukah tidak , semua bisa dilihat. Menjadi keasyikan sendiri saat seseorang menggunakan hpnya. Belum lagi bila hobby game online. Bahkan ada yang sampai tahap kecanduan.

Pemanfaatan media hp inipun dipergunakan sebagai alat untuk menyampaikan opini. Dari opini baik tentang dakwah Islam ataupun opini yang mengarah kepada pergaulan bebas, sex bebas, suka sesama jenis dsb. Setiap orang sangat mudah mengakses dan ini mengakibatkan pengaruh negative ditengah masyarakat.

Orangtua menjadi resah saat anak asyik dengan HP nya entah untuk nge game ataupun nonton video di HP. Hal ini berpengaruh pada prestasi akademik,karena cukup mengganggu waktu belajar. Belum lagi budaya bebas sudah mulai terlihat dari anak muda saat ini. Awalnya berteman dengan lawan jenis dengan bebas, kemudian pacaran tanpa malu-malu bahkan sudah berani untuk melakukan sex bebas. Astaghfirullohal ‘adziim

Semua ini  tidak terlepas dari lingkungan yang meliputinya. Kehidupan Sekuler yang meniadakan unsur agama Islam sebagai pengatur urusan dunianya. Seakan-akan agama Islam hanya masalah ibadah sholat, zakat, puasa dan haji saja tidak mengatur pergaulan. Padahal Islam adalah agama sekaligus sebagai aturan lengkap dalam seluruh aspek kehidupan.

Kebebasan yang diagung-agungkan meyakini bahwa manusia mampu membuat aturan untuk kebaikannya sendiri. Padahal dalam jelas-jelas Alloh telah memberikan peringatan di surat Ibrahim Ayat 24.

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik-baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit”, dan Ayat 25.

(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”.

Dalam pandangan Islam benda yang lahir dari penemuan sains, baik ditemukan oleh muslim maupun orang barat selama itu berasal dari  kecerdasan akal, melalui proses eksperimen,pengamatan dan penarikan kesimpulan. Hukum asalnya mubah. Hal ini ditunjukkan dalam QS Al Jatsiyah:13

Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya,(sebagai rahmat) dari Nya”.

Dengan demikian pemanfaatan HP untuk hal positif diperbolehkan. Karena untuk kemajuan Negara kaum muslimin harus selalu melakukan penelitian untuk menghasilkan teknologi baru. Hal ini harus disertai dengan penguatan aqidah Islam disertai  sehingga terbentuk ketaqwaan individu.

Hal ini dilakukan sebagai tameng atas serangan pemikiran barat yang ingin menghancurkan keimanan kaum muslimin dengan berbagai cara. Kalau telah terbentuk banyak individu yang bertaqwa maka akan ada control dari masyarakat apabila ada penyimpangan maka diingatkan/ditegur. Dan keduanya harus diperkuat dengan Negara yang mampu menerapkan aturan Islam secara keseluruhan.[MO/sr]




Posting Komentar