Oleh: Tri S, S.Si
(Pemerhati Perempuan dan Generasi)

Mediaoposisi.com- Hamil diluar nikah saat ini menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi mengatakan, selama dua bulan terakhir atau tepatnya selama Januari sampai Februari 2018, di Kabupaten Blitar ada 27 anak di Kabupaten Blitar yang menjalani pernikahan dini.

Selain itu, lanjut Jamil, kasus pernikahan di usia dini ini terus terjadi karena kejadian menular ke generasi selanjutnya, dimana pola asuh orang tua yang putus sekolah dan kedewasaannya masih prematur dianggap membuat anak akan menjalani kejadian serupa. Jamil menambahkan, untuk menekan kasus ini pihaknya terus melakukan penyuluhan di setiap sekolah yang menjadi naungan Kemenag Kabupaten Blitar (Adakitanews.com/13/03/2018).

Pernikahan dini yang mereka anggap bisa menyelesaikan masalah kehamilan di luar nikah ternyata banyak menimbulkan problema. Alih-alih menjadi solusi, pernikahan dini ternyata menjadi awal munculnya problema-problema baru. Bagaimana pandangan Islam atas masalah ini?

Pernikahan dan Kehadiran Generasi Penerus Islam memposisikan pernikahan sebagai solusi untuk mendapatkan generasi penerus. Pernikahan menyebabkan terbentuknya rumah tangga dipersiapkan generasi baru yang meneruskan perjuangan Islam orang tuanya dan umat Islam.

Oleh karena itu Islam mendorong rumah tangga sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Rumah tangga penuh ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan sehingga anak-anak mempersiapkan diri menjadi generasi penerus umat Islam. Allah SWT berfirman dalam suratAr-ruum ayat 21: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Namun, pernikahan usia dini menjadi masalah besar bagi pasangan pernikahan tersebut, bagi keluarga mereka, bagi lingkungan dan masyarakat, bagi negara dan bagi anak-anak mereka, kalau tidak ada kesiapan yang matang dalam berbagai hal. Inilah yang mungkin nampak jelas pada saat ini.

Pernikahan yang seharusnya mulia, mengikuti sunnah nabi, menghadirkan sakinah, mawadah wa rahmah dan mempersiapkan generasi penerus perjuangan Islam, kenyataannya tidak seperti itu.
Sudah umum difahami bahwa salah satu biang kerusakan di kalangan muda adalah pergaulan bebas. Seolah tidak ada batasan dalam pergaulan, wanita dan pria bisa bebas dan dengan mudah bergaul dengan siapa saja yang dikehendaki. Tidak hanya terjadi pada remaja, pergaulan bebas juga banyak dijumpai pada orag-orang dewasa.

Fasilitas internet yang mudah untuk akses pergaulan bebas dianggap menjadi salah satu faktor yang turut berperan. Memang tidak hanya fasilitas internet banyak juga fasilitas lain yang menyebabkan pergaulan bebas mudah terakses. Intinya, setelah melihat model pergaulan bebas tersebut, mereka menirunya. Akibatnya mereka menjadi korban pergaulan bebas.

Tidak mengherankan jika kemudian muncul banyak kasus-kasus pelecehan seksual, perselingkuhan, maupun perzinahan. Ujung-ujungnya terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki, seperti: kehamilan diluar pernikahan yang mendorong terjadinya aborsi, pembuangan bayi, pernikahan dini, keretakan rumah tangga, perceraian, dll. Begitulah adanya. Sistem pergaulan bebas cenderung mengarahkan pada hal-hal buruk dan merusak kehidupan manusia.

Seharusnya semua pihak menyadari dan segera meninggalkan sistem pergaulan seperti itu. Perlu pencegahan serius terhadap permasalahan pergaulan bebas. Negara pun juga bertanggung jawab dengan cara:

mengarahkan pendidikan untuk membentuk kepribadian Islam, mensosialisasikan larangan pergaulan bebas, memenuhi jaminan kehidupan untuk seluruh warga, mendukung warga yang menikah secara Islami dan menegakkan sistem penegakan hukum terhadap pergaulan bebas dan perzinahan. Siapa yang terbukti di hadapan hakim melakukan pergaulan bebas hingga perzinahan akan divonis setimpal dengan perbuatannya itu sesuai hukum Islam. [MO/sr]

Posting Komentar