Oleh  : Wiwit Ummu Maryam

Mediaoposisi.com-Merespon video pemukulan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap beberapa mahasiswa Kendari - Sultra yang tengah melakukan aksi damai terkait tolak kenaikan BBM pada Kamis (18/10) lalu, membuat saya merasa prihatin sedalam-dalamnya.

Siapa yang tak geram melihat mahasiswa sebagai agent of change, yang vokal mewakili lidah masyarakat, yang berani meneriakkan jerit rintih dan ketidaksukaan atas kebijakan-kebijakan penguasa yang semena-mena bahkan kerap kali merugikan rakyat malah dihadiahi bogeman, cekikan, dan kebringasan dari mereka yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat.

Alih-alih menunjukkan kewibawaan dan kebijaksanaan sebagai aparat keamanan, mereka justru lebih mengedepankan sikap premanisme yang sulit diterima oleh nalar.

Ternyata meradangnya aparat ditenggarai karena adanya salah satu peserta aksi yang menggunakan baju bertuliskan KHILAFAH. Oknum aparat tersebut meminta baju dilepas hingga akhirnya berujung kericuhan.

Dalam video terlihat oknum tersebut mendorong dengan kasar, mencekik, dan memukul tanpa mengindahkan lagi orang-orang yang mencoba melerainya.

Sampai sini jelas bahwa rezim yang ada adalah rezim anti Islam, kasar dan brutal. Aparat polisi pun menjadi alat pelindung rezim, bukan pelindung rakyat. Sungguh kontradiksi dari yang seharusnya.

Mereka seolah antipati terhadap kebenaran Islam. Pemikiran mereka sudah tertutupi dengan pemahaman yang salah terhadap Khilafah. Mereka mengingkari Khilafah bagian dari ajaran Islam.

Dengan sengaja mereka mengkriminalisasi dan mengintervensi setiap yang terkait dengan Khilafah. Bahkan bukan hanya itu, sebelumnya kriminalisasi dan persekusi ulama juga dilakukan untuk meredam dakwah Islam, dan yang lebih parah lagi ketika kalimat tauhid yang suci juga ikut dipojokkan.

Cukup sudah rezim dzalim ini bertindak semaunya, kini saatnya umat Islam dari seluruh kalangan baik dari ulama, intelektual, mahasiswa, pengusaha maupun masyarakat umum untuk bersatu, untuk bangkit menyuarakan Islam lebih lantang lagi, lebih berani lagi. Sehingga umat sadar dan tercerdaskan, menginginkan dan merindukan diterapkannya Syariat Islam yang sempurna dalam naungan Daulah Khilafah yang paripurna.[MO/an]

Posting Komentar