Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com - Kisah LGBT sebenarnya sudah ada pada zaman nabi Luth AS yang karenanya Allah menenggelamkan mereka ke dalam bumi dalam bentuk bencana alam yang sangat dasyat.

Dari kisah kaum Sodom ini seharusnya diambil pelajaran agar tidak terulang lagi adzab Allah yang sangat pedih bagi orang-orang yang melampaui batas.

Namun, kisah itu terulang lagi di Zaman sekarang ini. Rentetan bencana alam mulai dari bencana lombok sampai dengan bencana gempa Bumi di Palu diikuti bencana-bencana yang lain di muka bumi ini tidak bisa terlepas dari praktik LGBT yang semakin hari bertambah jumlahnya.

Bagaimana menghentikan praktik kaum sodom yang saat ini dikenal dengan kaum LGBT? Semua pihak harus ikut ambil bagian menghentikan mereka karena adzab Allah tidak hanya menimpa mereka yang berbuat dosa tetapi juga berlaku pada siapa saja yang diam saat melihat penyimpangan yang mereka lakukan.

Negara harus mengambil peran yang paling utama dalam usaha menghentikan penyebaran virus LGBT. Kaun LGBT awalnya adalah korban dari sebuah sistem yang menyuburkan berbagai perilaku yang menyimpang, termasuk LGBT.

Mereka dibiarkan tumbuh subur sehingga jumlah mereka semakin hari bertambah. Anak anak atau remaja yang menjadi korban dari kaum LGBT pada akhirnya menjadi  pelaku LGBT ketika dewasa. Mereka, anak-anak dan remaja harus diselamatkan dari ancaman LGBT.

 Mereka harus kita sadarkan dan diajak kembali kejalan yang benar. Mereka harus dibantu agar sembuh dari penyimpangan homosexual atau lesbian yang yang menjangkiti mereka. Hanya negara yang bisa menghentikan kran yang mengalirkan paham LGBT yang berkembang di negeri ini.

Sementara, para penggiat dan pelaku sebenarnya dari LGBT harus dihukum berat agar bisa memberikan efek jera bagi yang lain untuk tidak melakukan penyimpangan yang dilakukan kaum sodom.

Mereka yang tidak mau  menghentikan praktik LGBT adalah kriminal yang layak mendapatkan hukuman berat karena merekalah virus LGBT akan terus menyebar dan membentuk pekaku LGBT baru.

Negara harus menerapkan hukum Islam agar praktik LGBT seperti yang dilakukan kaum Sodom bisa dihentikan sehingga bencana susulah yang lebih besar dapat dihindarkan.

Bagaimana melidungi anak-anak kita agar tidak terjerat oleh kaum LGBT yang sangat gencar mencari korban-korban baru dengan harapan kelak ketika dewasa mereka mengikuti jejak para penggiat LBGT.

Orang tua sebagai benteng terakhir dari ancaman virus LGBT harus waspada dalam mendidik anak-anak mereka yang mulai tumbuh dewasa. Bangun aqidah yang kuat dan kokoh pada diri anak-anak kita.

Aqidah mereka akan membentengi mereka dari pengaruh LBGT meskipun kita tidak bersama mereka.

Pilihkan teman yang baik yang bersama mereka mau mengaji untuk menambah tsaqofah Islamiyah mereka sehingga terbentuklah kepribadian Islam pada diri mereka yang mendorong mereka tidak hanya berbuat baik untuk dirinya sendiri namun mereka juga mampu menjadi agen perubahan yang mewarnai teman-temannya agar tidak mudah dipengaruhi pemahaman dan perilaku yang menyimpang yang bisa jadi ada disekitar mereka.

Masyarakat, sekolah dan semua pihak harus ikut serta menghentikan kebiasaan kaum Sodom agar adzab Allah yang lebih dasyat tidak menimpa kita semua. [MO/ra]

Posting Komentar