Oleh : Anna Ummu Maryam 
( Pengamat Publik dan Member Revowriter )

Mediaoposisi.com-Hari ini kita di hebohkan oleh berita, bahwa KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). OTT KPK diduga terkait urusan perkebunan. Sebanyak 14 orang diamankan KPK.

"Kami menduga ada transaksi antara anggota DPRD Kalteng dengan pihak swasta terkait urusan perkebunan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. ( Detikcom 26/10/2018).

Beberapa jam kemudian petugas KPK mendatangi Kantor Bupati Cirebon, di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Sunjaya diduga menerima suap terkait jual beli jabatan senilai Rp 100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto. Uang diberikan agar Sunjaya melantik Gatot dalam jabatan tersebut.

Sementara itu, Sunjaya diduga menerima uang gratifikasi total senilai Rp 6,4 miliar. Uang tersebut disimpan dalam rekening atas nama orang lain yang dikuasai oleh Sunjaya. (Liputan6, 26/10/2018).

Ketika Korupsi Dimaklumi
Inilah fenomena yang terjadi pada negeri kita. Tiada henti kasus demi kasus makin hari semakin memenuhi berita yang ada di televisi. Rasanya terfikir oleh kita, siapa lagi yang terjerat kasus korupsi, dan mengapa hal seperti ini terus terjadi tampa solusi yang berarti untuk menghentikan kerugian yang dialami oleh negara.

Hal yang paling miris kita rasakan adalah mereka memiliki kedudukan yang tinggi karena termasuk pejabat negara dan memiliki pendidikan yang tinggi, tapi mengapa mereka sampai hati menghianati kepercayaan umat yang telah dibangun untuk memilih mereka?.

Kapitalis Biang Masalah
Tentu kita perlu melihat dengan jelas, bahwa ada yang salah pada sistem negari ini. Dan kita mendapati bahwa aturan yang mengatur segala sendi kehidupan bukanlah berdasarkan islam tapi kapitalis yang menjadi aturan dalam kehidupan bernegara telah menciptakan orang - orang yang korup, dan hal ini seolah adalah perkara yang di maklumi.

Padahal tindakan ini adalah sebuah penghianatan akan jabatan dan wewenang yang telah di beri oleh rakyat kepada pejabat daerah. Dalam sistem kapitalis ini juga seolah kepentingan untuk memperkaya diri semakin besar karena untuk masuk dan terpilih menjadi pejabat negara menghabiskan banyak modal. Sehingga saat terpilih membuka peluang untuk mengembalikan modal besar yang sudah terlanjur habis.

Maka jika ini terjadi terus - menerus, negeri ini ini makin hancur dan kian terpuruk. Keuangan negara terus devisit dan pengurusan akan kesejahteraan rakyat kian terabaikan.

Koruptor Tak Ada Tempat Dalam Islam
Maka sudah saat nya kita beralih pada aturan yang memberikan kesejahteraan hidup negara ataupun rakyat. Hal ini hanya kita dapati dalam sistem islam saja. Mengapa demikian?, Karena :

Pertama, aturan islam adalah bersumber dari yang menciptakan manusia dan segenab jagat raya. Aturan yang melahirkan hamba yang shaleh dan memahami arti sebuah amanah yang telah diberikan. Hal itu terbukti bahwa dalam pandangan islam pejabat negara itu adalah pelayan rakyat yang memberikan pelayanan terbaik mereka untuk kesejahteraan rakyat semata.

Sehingga jauh dari adanya keinginan memperkaya diri atau menggunakan jabatan untuk tindakan yang merugikan rakyat. Dan ini telah terbukti selama 1.300 tahun yang lalu saat islam berjaya sejak masa Nabi

dan Khalifah setelahnya. Hanya di dapati 200 kasus saja, hal ini telah membuktikan bakwa sistem islam mampu menekan tingkat kriminalitas.

dalam kitab Al-lu’lu wa al Marjan yang berbunyi :

حَدِيْثُ مَعْقَلِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ عُبَيْدَ اللهِ بْنِ زِيَادٍ عَادَ مَعْقَلَ بْنَ يَسَارٍ فِى مَرَضِهِ الَّذِيْ مَاتَ فِيْهِ، فَقَالَ لَهُ مَعْقَلٌ: إِنِّيْ مُحَدِّثُكَ حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَنْ مِنْ عَبْدٍ اِسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيْحَةٍ إِلاَّ لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ. (أخرجه البخاري فى 92-كتاب الأحكام: باب من استرعى رعية فلم ينصح). 

Artinya:

Al-Hasan berkata, Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma’qal bin Yasar ra., ketika ia sakit yang menyebabkan kematiannya, maka Ma’qal berkata kepada Ubaidillah bin Ziyad, “Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah dengar dari Rasulullah saw., aku telah mendengar Nabi saw. bersabda, “Tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya harumnya surga (melainkan tidak mendapat bau surga)”.

Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab “Hukum-hukum” bab “Orang yang diberi amanat kepemimpinan).

Kedua, kepemimpinan dalam islam adalah sesuatu yang wajib adanya setelah Allah dan Rasulnya.

" Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kalian.”(Q.S.An-Nisa:59)

Sebagaimana hadits dari Rasulullah

ﻻﻂﺎﻋﺔﻓﻲﻣﻌﺻﻳﺔﷲﺍﻧﻣﺎﺍﻟﻂﺎﻋﺔﻓﻲﺍﻟﻣﻌﺭﻭﻑ 

tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang baik (taat kepada Allah).”(HR.Muslim)

Ketiga, Segala bentuk yang melanggar aturan Allah maka itu adalah tindakan kejahatan dalam islam. Maka islam akan memberikan sanksi yang tegas tampa memandang pelakunya. Ini semata - mata dilakukan untuk menegakkan keadilan pada manusia. Allah SWT berfirman dalam Surat An-nisa Ayat 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا Artinya :

sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh (menyuruh kamu kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. sesungguhnya allah adalah maha mendengar lagi maha melihat” ( QS. An-nisa : 58)

Maka sudah sepantasnya kita mengambil aturan islam yang akan menyelesaikan permasalahan korupsi ini dengan tuntas. Karena Di bangun berdasarkan iman kepada allah dan meraih ridha Nya.[MO/sr]

Posting Komentar