Oleh: Al Azizy Revolusi

Mediaoposisi.com- Benturan ideologi Kapitalisme, Sosialisme dan Islam memang merupakan sunnatullah. Karena memang pertarungan kebenaran dan kebatilan itu sudah ada sejak awal sejarah manusia. Ketiganya mencerminkan pertarungan antara kebenaran (al-haqq) dan kebatilan (al-bathil).

Secara faktual dalam sepanjang sejarah umat manusia pasca diutusnya para Nabi dan Rasul yang membawa risalah Ilahiyah, untuk disebarkan ke tengah-tengah umat manusia di dunia, kebenaran dan kebatilan selalu berhadap-hadapan untuk menegasikan satu dengan lainnya. Ideologi Islam yang berasal dari sang Khaliq melawan dua ideologi lainnya, kapitalisme-liberalisme dan sosialisme-komunisme, yang merupakan hasil buatan manusia.
.
Dalam sejarah, ketiganya diemban oleh negara dan rezim yang berbeda-beda pula. Ideologi Islam diemban oleh negara Khilafah, yang pada tahun 1924 M telah diruntuhkan dan dilenyapkan oleh konspirasi negara-negara Barat yang dimotori Inggris dan Yahudi internasional melalui Musthafa Kamal At-Taturk. Sehingga sampai saat ini ideologi Islam tidak ada satupun negara di dunia yang mengembannya, kecuali hanya diemban oleh sebagian elemen Islam dan kaum muslim secara individual.
.
Ideologi kapitalisme-liberalisme diemban oleh negara-negara Barat (Eropa dan Amerika), yang dalam perjalanannya pasca imperialisme barat ke negeri timur, yang mayoritas negeri-negeri Islam, ideologi kapitalisme-liberalisme dipaksakan di negeri jajahan tersebut. Sehingga sampai saat ini negeri-negeri muslim, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun pemerintahannya bercorak ke ideologi kapitalisme.
.
Sedangkan ideologi sosialisme-komunisme, pada era sebelum tahun 1990, diemban oleh negara-negara Eropa Timur, juga sebagian negara di Asia seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Utara. Juga sebagian kecil di Amerika latin, yaitu negara Kuba, Bolivia, dan Venezuela. Namun pasca keruntuhan Uni Soviet, maka kekuatan negara yang bercorak sosialisme-komunisme sangat menurun, karena terhegemoni oleh kekuatan kapitalisme global, yang saat ini dimotori oleh Amerika Serikat.
.
Secara umum dapat dipahami bahwa ideologi Islam, tegak di atas asas akidah Islam. Akidah Islam tegak di atas keimanan tentang keberadaan Allah SWT dan keesaan-Nya. Dialah Al-Khaliq Yang Azali. Akidah Islam menuntut pemeluknya untuk mengesakan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat Yang wajib disembah dan diibadahi. Dan Dia-lah yang menurunkan sistem kehidupan yang khas, yaitu Syariat Islam, untuk diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, untuk kemuliaan seluruh umat manusia.
.
Sementara ideologi kapitalisme-liberalisme tegak di atas dasar pemikiran sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Sekularisme mengakui eksistensi Tuhan (agama), namun menegasikan peran Tuhan (agama) dalam mengatur kehidupan di dunia. Dengan kata lain, agama diakui sebagai keyakinan, ritualitas, dan moralitas belaka. Termasuk di dalamnya agama Islam, diperlakukan oleh kaum sekuler sama dengan agama-agama lain, sebatas sebagai sebuah keyakinan, ritualitas, dan moralitas belaka, bukan sebagai sebuah ideologi yang memiliki seperangkat aturan kehidupan yang syamil dan kamil (lengkap dan komprehensif).
.
Sedangkan ideologi sosialisme-komunisme tegak atas dasar materialisme (ateisme). Dalam praktiknya, komunisme bukan hanya menegasikan eksistensi Tuhan (agama), tetapi bahkan anti Tuhan (anti agama). Dalam pandangan orang-orang komunis, agama adalah “candu” atau “minuman keras” spiritual yang tidak layak mempengaruhi dan memperdaya manusia. Dengan demikian jelas, pandangan materialisme (ateisme) ini menyalahi fitrah dan akal manusia. Sungguh aneh ateisme (ketidakyakinan pada eksistensi Tuhan) bisa ada dalam benak orang-orang yang berakal. Padahal binatang, tumbuhan, dan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi pun hakikatnya “bertuhan”. Semuanya bahkan bertasbih, sujud, dan tunduk pada ketentuan Allah SWT, Sang Pencipta Alam semesta.
.
Sejarah kini sedang berulang. Dulu negara Khilafah yang menopang penerapan ideologi Islam yang memimpin dunia, diruntuhkan oleh kekuatan ideologi kapitalisme-liberalisme barat dan juga dipinggirkan oleh ideologi sosialisme-komunisme. Maka sudah saatnya di abad ini kepemimpinan dunia bergulir dan beralih ke tangan kaum muslimin dengan semangat menjadikan Islam rahmatan lil-‘alamin sebagaimana pernah terjadi di masa yang lalu.
.
Tanda-tanda kebangkitan itu sudah terlihat nyata. Ada Aksi Bela Islam 1, 2, 3, dan 4, serta ditambah Aksi Reuni 212 yang pernah berlangsung, menunjuknya bahwa umat Islam adalah umat yang kuat namun beradab, umat yang cerdas namun tidak arogan, dan umat yang tangguh melawan segala rintangan, yang layak memimpin dunia dengan Islam.
.
Itu memang sudah menjadi janji Allah SWT di dalam Al-Qur'an dan bisyarah nubuwwah dalam banyak hadits. Dan secara empiris, dalam sejarah umat Islam dengan kekuatan spirit Islam telah dan mampu meruntuhkan dua negara adidaya di masa lalu yaitu Imperium Romawi Bizantium dan Imperium Persia. Yang akhirnya dua negara adidaya tersebut menjadi bagian wilayah kaum muslimin. Bahkan Umat Islam bisa menyebarkan Islam dan menyatukan umat manusia dalam satu kekuasaan, jauh dari pusat tempat kelahirannya, bahkan sampai ke daratan eropa.
.
Untuk itu, umat Islam harus terus berjuang dan merapatkan barisan dalam mengingatkan rezim saat ini, yang mayoritas mereka beragama Islam, masuklah ke dalam pangkuan Islam secara kaffah. Ambillah Islam sebagai agama sekaligus sistem hidupnya. Tidak ada gunanya tunduk di bawah bayang-bayang kapitalisme-liberalisme maupun sosialisme-komunisme, yang telah nyata-nyata menyengsarakan bangsa dan negeri ini. Karena sesungguhnya kedua ideologi itu sangat rapuh dan berbahaya buat umat dan bangsa ini.
.
Bukalah pikiran secara jernih, kajilah Islam secara kaffah dan objektif, pastilah akan memperoleh cahaya Islam yang mencerahkan hati dan pikiran. Niscaya akan Allah berikan kemuliaan, kebahagiaan hakiki, keselamatan dunia dan akhirat. Itu hanya bisa diperoleh dengan Islam. Sebelum semuanya terlambat, ambillah keputusan penting untuk membela Islam. Karena sesungguhnya Islam diturunkan oleh sang maha pencipta untuk kebaikan seluruh umat manusia.[MO/sr]

Posting Komentar