Oleh : Merli Ummu Khila 
"Aktivis dakwah, kontributor media" 

Mediaoposisi.com-Jika ingin melihat dunia di masa yang akan datang, lihatlah bagaimana pemuda nya hari ini (Dr.Yusuf Al-Qardhawi). Ungkapan ini patut kita renungkan, melihat dimana remaja di negeri ini seolah dikelilingi predator yang mengerikan bernama narkoba, fashion, pergaulan bebas, tawuran, dan LGBT. Predator itu siap menerkam siapa saja tanpa ampun. Dan mirisnya remaja ini tidak mempunyai perisai yang kokoh yang bisa membentenginya.

Perisai nya remaja adalah akidah, bagaimana remaja menghadapi ancaman dari luar rumah tergantung bagaimana penanaman akidah yang kuat sejak anak kecil oleh orang tua nya. Karena setiap aktifitas yang mereka lakukan tergantung pemikiran. Jika dari kecil tidak tertanam pemikiran yang benar maka semua aktifitas nya juga akan mengikuti apa yang pikiran nya perintah kan.

Tapi ada yang terlupakan dari kita semua bahwa ketika remaja sudah keluar dari rumah nya maka ada tanggung jawab dari masyarakat di sekitar nya. Kepedulian dengan sesama  seolah hilang dari benak umat muslim saat ini. Bukankah sesama muslim itu ibarat satu tubuh?. Dalam Al-Qur’an :
Sesungguhnya mukmin itu bersaudara"_(TQS : al-Hujuraat (49): 10)

Dan dalam Hadist :
"Perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka, adalah laksana kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh badan turut merasakannya.” (HR. Muslim ).

Sudah seharusnya umat muslim saling merangkul, menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Akan tetapi sungguh miris melihat kondisi saat ini ummat tidak memenuhi rasa kepedulian terhadap  masalah umat islam.

Gaya hidup barat yang serba bebas yang di adopsi masyarakat membentuk pola pikir ketika ada kemaksiatan maka timbul rasa apatis dan berpikir "akh yang penting bukan keluarga saya" dan timbul juga perasaan segan untuk menegur karena takut merasa mencampuri urusan orang lain.

Hal - hal semacam ini yang perlahan menjadi adat sehingga hilang nya empati pada masyarakat terhadap sesama muslim.

Kemaksiatan sudah menjadi pemandangan sehari - hari. Di pinggir jalan kita suka melihat tawuran antar pelajar malah jadi tontonan, di warnet banyak anak sekolah yang bolos, di malam hari banyak anak muda berpacaran tanpa malu di depan umum. Lalu dimana amar ma'ruf nahi mungkar kita sesama muslim? Ada kan perasaan sedih melihat generasi penerus kita yang semakin tersesat?. Masih adakah ukhuwah islamiah dalam diri umat muslim saat ini?.

Ukhuwah islamiah adalah persaudaraan atas dasar akidah islam. Menjadi seorang muslim seharusnya dalam kehidupan nya tidak boleh hanya memikirkan kehidupan pribadi nya sendiri tanpa memperdulikan keadaan saudara sesama muslim. Baik dalam musibah atau dalam menyikapi kemaksiatan menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan dan berkasih sayang sehingga akan terwujud persatuan umat yang kokoh demi mewujudkan kembali kejayaan islam.[MO/an]

Posting Komentar