Oleh : Iit Oktaviani Patonah, S. Pd. 
(Member Komunitas Remaja Smart With Islam Chapter Rancaekek Kulon)

Mediaoposisi.com-  Pasca disahkannya keruntuhan  kekhilafahan Turki Ustmani pada tanggal 3 Maret 1924 H, ummat muslim tidak lagi memiliki pelindung dan perisai yang menjaganya. Keruntuhannya memperkuat atas keterpurukan peradaban islam pada saat itu. Keruntuhannya juga menjadi klimaks atas keberhasilan kaum munafik yang menggerogoti Kehilafahan Turki dari dalam tubuh daulah.

Mereka dengan bantuan kaum kafir barat berhasil merebut kekuasaan Islam yang berdiri kokoh selama kurang lebih 13 abad lamanya. Ummat dijauhkan dari ajaran islam yang krusial, diracuni paham rusak sekularisme yang akan membuat lumpuh bagi siapa saja yang mengembannya. Paham ini menjadi dasar kebangkitan peradaban kapitalisme yang hari ini pun diemban oleh seluruh negara yang ada di dunia.

Salah satu produk dari paham sekularisme ini adalah memberikan kebebasan bagi pemeluknya untuk bertingkah laku dan berpendapat, sekalipun diluar nalar manusia. Kebebasan ini menjadi hak bagi seluruh manusia, tam terkecuali ummat muslim. Bahkan lebih jauh, hak ini dilindungi oleh negara dan tertuang dalam peraturan resmi UUD 1945. Bagi pelakunya tentu menjadi keuntungan besar, sebab peraturan tersebut akan melanggengkan eksistensi sekularisme di Indonesia.

Hari ini kita menyaksikan akibat buruk dari paham sekularisme yang melahirkan korbannya. Di garut, dalam acara peringatan hari santri nasional ada oknum banser membakar bendera ar-rayah yang jelas-jelas sangat mulia dalam islam. Dan lagi, di era kapitalisme, ajaran islam memiliki peluang untuk dilecehkan. Islam dijadikan guyonan.

Para ulama islam di persekusi, dan ummat islam dihinakan. Bahkan lebih menyakitkan hati, ajaran islam dijadikan bahan lawakan stand up comedy oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ini semua tidak lain dan tidak bukan adalah buah dari paham sekularisme yang diterapkan dalam wadah kapitalisme. Dalam kubangan kapitalisme semua itu dibiarkan. Tidak ada hukum yang membuat mereka jera untuk tidak mengulanginya lagi.

Pemerintah tidak meniliki aturan tegas bagi pelakunya. Pemerintah seolah tidak menganggap serius ketika ada yang menginjak-injak marwah islam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemerintah telah gagal dalam melindungi marwah islam saat ini.

Padahal, kita telisik lebih jauh ketika peradaban islam memimpin dunia. Agama dan ajaran islam dijunjung tinggi. Islam menjadi negara adidaya yang ditakuti kaum kafir barat. Islam mempesona, hingga tidak ada celah untuk menandinginya.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita semua kembali kepada Islam. Memperjuangkan islam dengan segenap hati agar kembali terwujud dalam naungan Khilafah Islamiyah yang akan menjadi penjaga dan perisai agama dan ummat hingga tidak ada lagi satupun orang atau kelompok yang berani melecehkan atau mnjadikan guyonan ditengah masyarakat. [MO/sr]

Posting Komentar