Oleh : Iit Oktaviani Patonah, S. Pd. 
(Member Komunitas Remaja Smart With Islam Chapter Rancaekek Kulon)

Mediaoposisi.com-Melihat terpuruknya roda perekonomian negara Indonesia akan membuat "tercengang" bagi siapa saja yang mengetahuinya.

Tercengang bukan karena kagum akan keberhasilan perekonomiannya, namun karena kaget akan prestasi buruk yang ditorehkan oleh negara jamrud khatulistiwa ini. Pada kuartal I 2018, hutang luar negeri Indonesia Rp. 5.425 Triliun.

Tidak hanya itu, balada baru perekonomian Indonesia adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga mencapai kisaran 15.195 yang berimbas pada kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.

Masih banyak lagi penampakan buruk perekonomian Indonesia, khususnya pada pemerintahan rezim Jokowi saat ini.

Untuk mencari solusinya, dalam acara pertemuan tahunan IMF- World Bank tahun 2018 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali, Rabu 10 Oktober lalu, digelar  seminar bertajuk Empowering Women in the Workplace.

Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan perempuan sangat berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Karena itu peran perempuan dalam sebuah pekerjaan harus ditingkatkan.

Dalam hal ini, para elit mengeluarkan kedok busuk kapitalisme dalam menyelesaikan keterpurukan roda perokonomian Indonesia dengan menumbalkan perempuan sebagai alat peraup penghasilan yang harus diberdayakan demi tercipta roda perekonomian yang stabil di negeri Indonesia.

Namun sayang, hal tersebut bukanlah solusi mendasar untuk persoalan yang ada.  Karena ketika perempuan dijadikan aset pemberdayaan ekonomi, peran dalam mengurus rumah tangga akan terlalaikan.

Hingga akhirnya akan merembet pada kasus-kasus yang lain seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas dan banyak kasus lainnya. Hal tersebut dikarenakan hilangnya oeran perempuan sebagai ummu warobatul bait dalam keluarga.

Berbeda dengan pandangan Islam. Islam memiliki peraturan khusus dalam memberdayakan perempuan untuk memajukan sebuah bangsa dan peradaban.

Islam mewajibkan perempuan untuk menjadi seorang ibu dan istri yang baik, mendidik anak-anak nya, mengurusi keluarganya sehingga tercipta keluarga yang menjadikan Islam sebagai solusi dalam segala permasalahan termasuk perekonomian ini.

Kita tidak boleh tertipu oleh kedok kapitalisme yang justru akan merusak tatanan masyarakat dengan menjadikan perempuan sebagai aset bagi keberlangsungan perekonomian indonesia.

Karena hanya aturan islam yang diterapkan dalam naungan Khilafah yang akan mampu memuliakan perempuan.[MO/gr]



Posting Komentar