Oleh: Shela Rahmadhani
(Praktisi pendidikan dan kontributor media)


Mediaoposisi.com- Kembali lagi Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah (STP KU) memberikan persembahan yang inspiratif kepada umat. Kali ini persembahan ditampilkan oleh siswa STP SMP KU di panggung Muslim United Yogyakarta persembahan Forum Umat Islam menggandeng Concreate  (16/10/2018).

Pada persembahan tersebut siswa STP SMP KU berbicara tentang ukhuwah dimana perbincangan tersebut tak lazim ditelinga para remaja pada umumnya. Mengingat kondisi remaja saat ini berada pada kondisi ambang batas kehancuran.

Sebagaimana yang dilansir belitung.tribunnews.com (4/10/2018) bahwa ditemukan fakta mencengangkan 12 siswi disatu Sekolah Menengah Pertama (SMP)  yang sama di Lampung dalam kondisi hamil. Oleh  Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).  Umumnya hal tersebut dikarenakan pergaulan bebas diantaranya adalah pacaran. Persembahan KU bagaikan angin segar dan optimisme  baru  untuk membangun peradaban. Karena jika ingin melihat dunia di masa yang akan datang, lihatlah bagaimana pemuda nya hari ini (Dr.Yusuf Al-Qardhawi).

 Sebuah perform berbeda dan mengingatkan pada pendengar yang hadir tentang persaudaraan (ukhuwah) yang sudah terlupakan. Tampilan tersebut dalam bentuk puisi bersambung yang menyentuh pikiran sebagai berikut.

Pancaran ukhuwah_

Ukhuwah itu persaudaraan._
Aku saudaramu, dan kamu saudaraku. Tidak mengenal darimana kamu dan darimana aku._

Ukhuwah itu...
Kita adalah keluarga, saling menjaga dan saling berkasih sayang

Ukhuwah itu ...
Lebih tinggi dari ikatan darah apalagi ikatan karena faedah

Ukhuwah itu
Ikatan akidah yang berasal dari Allah, didasari iman yang kokoh. Tak luntur oleh hujan yang lebat, tak lekang karena panas menyengat.

Ukhuwah itu satu raga.!!
Jika kaki mu kena duri, mulut mu berteriak aduh, tanganmu mengambil kapas, Wajah mu menjadi cemberut dan tubuh yang lain ikut kesakitan

Ukhuwah itu tidak jalan sendirian. Saling bekerja sama ketika sependapat dan berlapang dada ketika berbeda
Ukhuwah itu tidak berpisah. Meski Raga berjauhan, tapi hati saling merindukan
Ukhuwah itu tidak ada kata lelah. Semangat terus tertular membakar.
Berkreasi dan berinovasi dengan nafas lillahi

Ukhuwah itu persatuan dan kesatuan.
Bersatu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan cahaya Islam

Ukhuwah itu tidak merugi. Saling merangkul, menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
Ukhuwah itu tidak lemah, karena bersusun bagaikan benteng yang kokoh.

Salam ukhuwah STP Khoiru Ummah"

Puisi sampai habis dibacakan dengan akhiran "Lelah Berpisah, Mari berjamaah".
Puisi dibawakan oleh 13 siswa STP SMP KU yakni Evelyn, Aulia, Dila, Nayla, Nafi, Nabila, Hesti, Adwa, Taskiya, Heksa, Icha, dan Shelin. Ditengah persembahan, Adwa  kelihatan seperti menangis menghayati puisi yang terdengar ke telinga pemirsa pada bait "ukhuwah itu.... tidak jalan sendirian".

Bicara Ukhuwah : Sebuah Ketinggian Berfikir
Ukhuwah adalah persaudaraan atas dasar akidah Islam sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara"(TQS : al-Hujuraat (49): 10)

Orang yang memahami makna ukhuwah Islamiyyah adalah orang yang memiliki ketinggian berfikir. Pada umumnya kebanyakan orang hanya berfikir tentang diri sendiri, keluarganya, hak pribadi, dan kesenangan individu. Maka, mereka yang berfikir tentang ukhuwah adalah yang berfikir di atas rata-rata manusia berfikir pada umumnya. Jangkauan berfikir mereka tidak lagi aspek personal (kecil), namun melebihi dari pada itu. Itulah yang dimaksud sebagai ketinggian berfikir.

Memahami ukhuwah adalah masalah berat. Hanya orang orang yang diberikan Allah  ilmu yang dapat memahaminya. Memahami ukhuwah hanya bisa dilakukan mereka yang bertakwa.  Maka, selain ketinggian berfikir, mereka yang bicara ukhuwah adalah mereka yang cerdas, yakni mereka yang bertawakal kepada Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah terkait makna kecerdasan:

Seorang lelaki dari kalangan Anshar, bertanya   kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam : "Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?
 Rasulullah menjawab: Yang paling baik akhlaqnya. 
Kemudian ia bertanya lagi, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?.
 Rasulullah menjawab, Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas." (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419

Cerdas adalah mereka yang bertakwa dan mempersiapkan ketakwaan untuk akhirat.

Berbicara Ukhuwah adalah yang peduli
Begitu mirisnya generasi saat ini karena tidak memenuhi rasa kepedulian terhadap   masalah umat islam. Padahal kepedulian adalah ajaran agama islam.

Dari Hudzaifah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"Barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan golongan mereka" (HR. Al-Hakim).

Bicara ukhuwah adalah wujud kepedulian dan perhatian pada umat Rasulullah SAW. Kepedulian adalah wujud memenuhi seruan Allah terhadap agamanya.  Maka, mereka yang bicara ukhuwah adalah mereka yang peduli karena memenuhi seruan Allah.

Dan pemandangan itulah yang dihadirkan STP SMP KU di pangggung Muslim United. Sebuah apresiasi bagi mereka yang peduli, generasi yang cerdas, harapan baru, penghafal Al-qur'an dan pembangun peradaban islam. Sebuah keistiqomahan dihadiahkan sebagai doa bagi kalian.[MO/sr]

Posting Komentar