Oleh : Meltalia Tumanduk, S.Pi
(Aktivis Komunitas Muslimah Peduli Umat)
Mediaoposisi.com-Negeri ini tengah dilanda bencana dan musibah. Masih berduka Lombok, menyusul Palu dan Donggala di goyang gempa, diterjang tsunami. Namun, banyak menganggap musibah yang terjadi hanya fenomena alam semata. Tidak ada hubungannya dengan Sang Pencipta. Padahal bisa jadi bencana dan musibah tersebut peringatan dan teguran dari Sang Pencipta untuk kembali berislam kaffah. Setelah berpuluh tahun kita abai dan meninggalkan aturanNya. Harusnya dengan musibah yang terjadi kita bersegara kembali pada Islam secara menyeluruh.
Islam adalah agama yang mengatur setiap sendi-sendi kehidupan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Setiap kita melangkah sudah ada tuntunan dalam Alquran dan Sunnah Nabi. Tidak ada satu pun persoalan yang tidak dipecahkan oleh Islam sehingga masih kabur atau tidak jelas status hukumnya. Karena itu kita sebagai umat Islam diperintahkan berislam kaffah (menyeluruh). Sebagaimana firman Allah Swt :
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian." (TQS. al-Baqarah : 208)
Perumpamaan kaffah adalah bagaikan seorang yang terjun ke laut. Seluruh tubuhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, basah dan asin.
Begitulah seharusnya kita berislam secara menyeluruh. Tak pilih-pilih terhadap syariat Islam. Kaum Muslim diperintahkan untuk  melaksanakan seluruh syariah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Tak sepatutnya kaum Muslim mempraktikkan aturan-aturan lain yang bersumber dari Barat yang diajarkan John Maynard Keynes, David Ricardo, dan lain-laim yang melahirkan sistem ekonomi kapitalisme.
Dengan demikian haram bagi kaum Muslim untuk mengingkari atau mencampakkan sebagian syariah Islam dari realitas kehidupan dengan mengikuti prinsip sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan) sebagaimana yang dipraktikkan oleh sebagian besar negara-negara diseluruh dunia saat ini. Tak terkecuali Indonesia. Allah SWT dengan tegas mengecam sikap semacam ini :
"Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab serta mengingkari sebagian yang lain? Tiada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada Hari Kiamat nanti mereka akan dilemparkan ke dalam siksa yang amat keras. Allah tidaklah lalai atas apa saja yang kalian kerjakan." (TQS al-Baqarah : 85).
Totalitas dan kesempurnaan Islam tentu tidak akan tampak kecuali jika kaum Muslim mengamalkan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Terwujudnya kemaslahatan dan tercegahnya kerusakan merupakan hasil dari penerapan syariah Islam secara kaffah. Sehingga Islam akan membawa rahmatan lil alamin.
Namun, Kerahmatan Islam tidak akan terwujud jika Islam hanya diambil sebagai simbol, slogan, aksesoris dan lain-lain. Kerahmatan Islam tidak akan ada jika Islam hanya diambil ajaran spiritual dan ritualnya saja. Sementara politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan ditinggalkan. Pada saat yang sama, mengambil kapitalisme maupun sosialisme, yang nota bene bertentangan dengan Islam.
Islam secara kaffah pernah diterapkan selama 14 abad di seluruh dunia di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Memimpin umat manusia. Dari Barat hingga Timur. Utara hingga Selatan. Di bawah naungan kekhilafahan, dunia pun aman, damai, sentosa, dipenuhi keadilan. Muslim, Kristen, Yahudi dan penganut agama lain pun bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai selama berabad-abad lamanya.
Jelas Islam Kaffah hanya bisa diterapkan dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Karena Khilafah adalah ajaran Islam yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah Saw. Diikuti oleh para sahabat dan dilanjutkan oleh para Khalifah berikutnya hingga runtuhnya kekhilafahan pada 3 Maret 1924 ditangan antek Asing Mustafa Kamal Attaturk.
Kekhilafahan akan tegak kembali karena itu janji Allah Swt. Ulama empat mazhab juga telah menyatakan bahwa tegaknya Khilafah Islamiyah adalah janji Allah SWT kepada orang-orang Mukmin. Pasalnya, Alquran telah menyebutkan janji ini (tegaknya kekhilafahan Islam) dengan jelas dan gamblang. Allah SWT berfirman :
"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa." (QS an-Nur : 55).
Selain itu, kembalinya khilafah mengikuti metode kenabian juga dikabarkan oleh Rasululluh Saw. Sebagaimana diceritakan "Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi saw." Hudzaifah berkata, Nabi Saw bersabda :
Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan tetap ada. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan tetap ada. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa penguasa menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan tetap. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan tetap ada. Lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam.” (HR. Imam Ahmad).[MO/sr]


Posting Komentar