Oleh: Jartika

Mediaoposisi.com- REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai tidak perlu ada polemik soal pemutaran film Gerakan 30 September/PKI atau G30S/PKI jelang 30 September. Sebab menurut Muzani, tidak ada ketentuan khusus untuk memutar film tersebut.

Ia menilai pemutaran film G30S/PKI jelang 30 September sebagai pengingat untuk masyarakat. "Mau nonton film G30S/PKI itu kapan saja, hari ini, bisa lusa, bisa tahun depan bisa, tetapi itu kan begini, pemutaran film G30S/PKI pada saat sebelum 1 Oktober atau tanggal 30 September itu untuk mengingatkan peristiwa itu pada rakyat," kata Muzani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9).

Menurutnya, pemutaran sebagai pengingat kepada bahwa telah terjadi pengkhianatan kepada Pancasila. Ia menyebut nonton bareng Film G30S/PKI yang diselenggarakan jelang 30 September juga untuk menunjukan kebersamaan dan pemahaman yang sama atas pengkhiatan PKI.

"Sebagai bentuknya maka kita nonton bareng menjelang atau ditanggal 30 September gitu. Kalau kemudian itu dilaksanakan itu bagian dari diri kita untuk mengenang kira-kira seperti itu, jadi kalau kemudian mengatakan kapan saja bisa, kapan saja bisa," kata Muzani.

Masih terpendam dan terbayangkan  ketakutan nasyarakat akan G 30 S/pki itu tentang kaberadaan ideologi komunis atau PKI.

Seperti halnya ada tiga ediologi(mabda) yang diterapkan di dunia. Beda negara maka beda pula ideologi yang diterapkan, sebagaimana Indonesia adalah salah satu yang menganut sistem peraturan yaitu kapitalis.

Namun kita perlu tau dulu apa saja pembagian ideologi ini :
Pertama komunis, ideologi ini menyatakan bahwa keberadaan tuhan itu tidak ada. Mereka menyatakan sebelum kehidupan, dalam kehidupan dan sesudah kehidupan, tuhan tidak mempunyai peran apa-apa. Semua yang terjadi dalam kehidupan hanyalah materi saja, baik adanya manusia, tumbuhan dll, hanya dianggap sebagai ransangan dari beberapa materi kemudian menghasilkan materi yang lain. Bukan atas kehendak sang pencipta.

Tapi apakah ideologi ini sudah benar???
Dari mentiadakan tuhan dalam setiap aspek kehidupan ini jelas-jelas salah karena manusia sebagai fitrahnya tidak dapat dihilangkan naluri beragamanya. Walaupun mereka menyatakan demikian namun sejati nya mereka hanya mengalihkan fitrah merwka secara keliru kepada kesetatan.

Selanjutnya adanya ideologi kapitalis . Kapitalis adalah salah satu ediologi yang banyak diemban oleh setiap Negara. Arti ari ediologi ini adalah memisahkan agama dari kehisupan.

Satu sisi mereka menyakini bahwa mereka berasal atau diciptakan dari Tuhan. Namun disisi lain mereka hidup dan menjalankan kehidupan itu, tuhan akan dipisahkan dari hidup. Memisahan ini, mereka menyakini bahwa dalamcmenjalankan kehidupan itu sepenuhnya ada ditangan manusia dan manusia bebas dalam memilih dan melakukan  apapun.

Apakah ideologi ini bagus dan perlu diterapkan???
Ternyata tidak karna ideologi ini mencoba memisahkan agama dari kehidupan, sedang fitrah manusia, tuhan adalah pengatur dalam semua aktivitas, baik muamalah, politik, sosial,dll. Dan mereka mempunyai naluri beragama yang harus dipenuhi dan naluri beragama ini akan nampak pada saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Terakhir ada namanya ideologi islam, ideologi ini sangat bertolak belakang dengan kedua ideologi diatas. Dimana islam mengakui hidup, kehidupan dan alam semesta itu ciptaan tuhan dan hanya tuhan yang mampu memberikan aturan kepada ciptaannya.

Allah berfirman :
ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

"(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu."

Dan manusia juga makhluk yang terbatas maka perlu adanya pencipta sekaligus sebagai pengatur yang aturan tersebut ada pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Tapi apakah islam sesuai fitrah manusia???
Setelah komunis mencoba memusnahkan tuhan dari kehidupan dan kapitalis mencoba memisahkan agama dari kehidupan, keduanya ini tadi bathil karena telah gagal salam memuaskan aqal, menenteramkan jiwa, tidak sesuai dengan fitrah manusia, wajae akan menimbulkan kerusakan, kezdaliman, dan kehancuran atas perbuatan manusia itu sendiri.

Kemudian satu-satunya ideologi islam yang benar dan sesuai fitrah manusia dan manusia harus senantiasa terikat dengan aturan tuhan sehingga melahirkan ketenteraman jiwa. Selain sesuai nya dengan fitrah manusia ideologi ini juga menjadikan aqal sebagai dasar dalam beriman kepada wujud Allah, sehingga sampai pada tingkat keyakinan kepada sang khaliq.

Mabda islam juga telah terbukti selama berabad-abad sebagai islam rahmatan lil'alamin. Karna itu sudah seharusnya kita mengembalikan sistem islam yang mengatur secara sempurna setiap aspek kehidupan dan juga mengembalikan sistem pemerintahan islam. Hanya dengan kembalinya pemerintahan islamlah Sistem islam bisa diterapkan secara kaffah.[MO/sr]

Posting Komentar