Oleh: Umi Nafilah, S.Pd 
(Pengajar di salah satu Sekolah di Jember) 

Mediaoposisi.com- Hari ini tepat tanggal 22 Oktober 2018, telah ditetapkan sebagai salah satu hari spesial di Indonesia yaitu "Hari Santri Nasional" Bukan hari biasa, Hari Santri adalah sebuah hari untuk memperingati perjuangan para ulama, kiyai, dan santri dalam melawan penjajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari KH. Hasyim Asy’ari.

Catatan sejarah di Indonesia membuktikan, para perwira atau prajurit yang melawan penjajah ternyata banyak dari kalangan santri, mereka memiliki peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.

Tidak diragukan lagi, para santri berjuang bahkan mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa. MasyaaAllah, sangat membanggakan bagi kita rakyat Indonesia atas perjuangannya.

Namun sayang, hari ini tak banyak yang menyadari bahwa ternyata negeri yang diperjuangkan oleh para santri terdahulu hingga mengorbankan jiwa dan raga, nyatanya sedang tidak baik-baik saja, bagaimana tidak, negeri ini mengalami kemunduran diantaranya kondisi ekonomi negeri semakin terpuruk, banyaknya koruptor, semakin tinggi hutang Indonesia kepada asing, semakin banyak angka kemiskinan, banyaknya kasus asusila dari berbagai kalangan bahkan remaja, merebaknya LGBT, bertambahnya pengidap HIV/AIDS diberbagai daerah, dan masih banyak lagi.

Lantas, Apa yang terjadi di negeri ini?  
Tidak bisa dipungkiri, banyaknya kasus dinegeri ini ternyata akar masalahnya ialah sekulerisme, pemisahan antara agama dari kehidupan, saat ini negeri kita seolah berpura lupa, bahwa dengan semangat Islam para santri memperjuangkan untuk membela negeri ini, bahkan nyawa taruhannya, seharusnya dalam pengaturan negeri inipun dilandaskan dengan Islam, seperti semangat para santri terdahulu, bukan malah melupakan pengorbanan mereka dengan memisahkan agama dari kehidupan.

Tidak ada kata terlambat, jangan kecewakan para santri terdahulu, jadikan Hari Santri Nasional ini, sebagai Refleksi kebangkitan negeri, sadari bahwa keterpurukan yang selama ini dialami dikarenakan tidak mengambil Islam sebagai ruh dalam menjalankan peraturan kehidupan di negeri ini, janji Allah adalah pasti, seperti dalam QS. Al A'raaf[7] ayat 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ 

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

Mari kaum muslimin, di Hari Santri ini kita bersama-sama mewujudkan negeri ini menjadi beriman dan bertaqwa, berlandaskan hukum dari Allah yaitu Islam, karena Islam rahmatan lil 'Aalamiin.[MO/sr]


Posting Komentar