Oleh : Shafa Alya 

Mediaoposisi.com-Melihat fenomena generasi muda sekarang tentunya kita akan mengelus dada, karena begitu masifnya pergaulan yang mengarah kepada pergaulan bebas. Dari sisi fakta di sekitar kita banyak kita jumpai remaja yang tidak malu mempertontonkan aktivitas pacaran yang kebablasan sampai tidak sedikit yang berujung kepada kehamilan yang tidak diinginkan bahkan aborsi.

Data menunjukkan banyak terjadi pernikahan dini di Indonesia, juga terjadi 2 juta kasus aborsi setiap tahunnya, pengidap HIV AIDS pun meningkat setiap tahunnya. Selain masalah pergaulan bebas juga banyak terjadi pengguna narkoba di mana 40% pelakunya dari kalangan pelajar dan mahasiswa (Sindonews:2017).

Semua ini akibat sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, yang membuat manusia tidak ada rasa takut melakukan pelanggaran terhadap agamanya, padahal sudah terbukti generasi rusak karena melakukan hal-hal terlarang. Bagaimana mungkin generasi akan meneruskan estafet pembangunan sementara pikirannya melayang.

Dengan kemajuan perkembangan teknologi semakin mempercepat sampainya informasi ke semua kalangan termasuk di dalamnya remaja. Dan ini dimanfaatkan oleh kepentingan pemilik modal untuk memasarkan produknya yang nyata-nyata produk tersebut berdampak negatif bahkan berbahaya. Teknologi tersebut digunakan oleh Barat untuk menyebarkan hadharah / ide-ide tentang kehidupan mereka, sehingga masuk ke dalam pemahaman kaum muslimin dan dipraktikkannya sehingga hegemoni barat secara halus menguasai negeri-negeri muslim.

Dengan produk-produk yang dikemas cantik ditambah iklan-iklan menarik membuat generasi tertarik yang akhirnya tidak bisa berkutik.

Fakta-fakta yang terjadi banyak membuat kalangan mengusulkan kepada negara untuk segera menyelesaikan, akan tetapi ibarat punguk merindukan bulan justru solusi yang  ditawarkan tidak menyelesaikan masalah malah menyuburkannya, buktinya semakin meningkatnya perilaku yang merusak generasi muda. Bahkan jika diteruskan akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan meledak, tahu tahu aset negara sudah habis melayang dimiliki negara lain.

Islam mempunyai seperangkat aturan yang jika diterapkan akan menjadi pencegah dan penyelesaian terhadap suatu masalah, diterapkannya sanksi jilid dan rajam bagi pelaku zina di muka umum akan membuat orang u takut berzina, juga hukum-hukum yang lain tidak akan membuka peluang bagi tindakan amoral yang membuka peluang juga tindakan kriminal yang lain.

Negara pun akan menutup peluang yang akan menyuburkan perilaku yang dapat membuat terputusnya generasi yang tangguh, seperti tidak pernah akan membolehkan dibukanya industri miras yang  akan merusak generasi muda, berbeda dengan saat ini yang membolehkannya asalkan dengan izin. Jadi kalau ingin generasi selamat hanya Islamlah solusinya.[MO/an]

Posting Komentar