Oleh : Alif Fani Pertiwi
"Mahasiswi STEI Hamfara"

Mediaoposisi.com- “Jika kita ingin melihat masa depan sebuah Negeri maka lihatlah bagaimana keadaan pemudanya hari ini”, begitulah bunyi nasehat Syekh Dr. Yusuf al-Qaradawi yang menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda.

Generasi muda hari ini akan menjadi penentu baik-buruknya masa depan sebuah negeri di esok hari.
Tapi tampaknya kita wajib bersedih melihat wajah generasi muda hari ini.

Meski oktober baru melewati minggu pertamanya, ternyata generasi muda bangsa telah mewarnainya dengan tingkah-tingkah immoral yang berhasil mencoreng nama baik negeri ini.

Dilansir dari TribunLampung.co.id, Selasa (2/10/2018), Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung Dwi Hafsah Handayani mengungkapkan temuan mengejutkan di mana terdapat 12 siswa dalam kondisi hamil di satu SMP di Lampung, dan itu merata terjadi di kelas VII, XIII dan IX.

Bahkan Direktur PKBI Lampung ini mengatakan bahwa saat dirinya melakukan survei di Apotek yang terdapat disekitaran kampus dan kosan, ternyata barang yang paling laris manis adalah kondom dan testpack (alat tes kehamilan).

Kenyataan ini diperparah lagi  dengan penuturan Rachmat Cahya Aji selaku Koordinator Pencegahan HIV PKBI Lampung, yang mengatakan bahwa 20 % pelanggan pekerja seks itu adalah pelajar SMA.

Tak cukup sampai di situ, lagi-lagi negeri ini mendapat sumbangsih perbuatan immoral para generasi muda dibelahan nusantara lainnya.

Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol whatsapp (WA) yang berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan.

Mirisnya, anggota di grup itu tidak hanya sekedar berbagi video porno, namun saling mengajak untuk mempraktekannya. (PikiranRakyat 3/10/2018)

Sungguh fenomena luar biasa yang wajib di tangisi. Kita dihadapkan pada peristiwa demi peristiwa yang memaksa kita untuk mengakui betapa rusaknya Generasi muda hari ini.

Generasi yang miskin adab, terkotori oleh pergaulan bebas, jauh panggang dari api. Ada apa dengan generasi muda kita ? Mengapa mereka tumbuh menjadi sosok yang bebas dan liar ?

Regenerasi pasti terjadi, pemimpin hari ini pasti akan terganti oleh generasi muda yang kini sedang bertumbuh. Generasi muda adalah aset berharga, kontribusinya sangat diharapkan untuk membangun negeri ini.

Tapi, melihat potrem buram generasi muda yang sedang rusak hari ini tentu membuat kita dihantui beribu tanya, bagaimana mungkin mereka bisa memimpin negeri ini nanti ?

Persoalan besar yang menimpa generasi adalah persoalan sistemik yang tentu saja melibatkan berbagai aspek kehidupan.

Hanya saja, paham sekulerisme (paham pemisahan agama dari kehidupan) yang sedang di adopsi negeri ini menjadi aspek krusial yang berkontribusi besar menghancurkan generasi.

Sistem pendidikan negeri ini yang berlandaskan dari paham sekulerisme pun telah berhasil menjauhkan agama sejauh-jauhnya dari diri generasi muda.

Pendidikan agama hanya diajarkan dalam bentuk ibadah ritual dengan waktu yang sangat minim, 3-4 jam perpekan. Akibatnya, agama yang semestinya menjadi rambu hidup bagi mereka dalam mela-kukan berbagai aktifitas kehidupan kini semakin terlupakan.

Tak hanya itu, tontonan yang disajikan berbagai media digital juga turut merusak pemikiran generasi muda hari ini. Dampaknya, kehidupan sekuler ibarat santapan sehari-hari yang sudah mendarah daging ke dalam nadi generasi.

Selain itu, diterapkannya ekonomi kapitalis yang mengharuskan keikutsertaan ibu rumah tangga dalam dunia kerja semakin memperburuk keadaan ini.

Akhirnya peran keluarga menjadi pincang, anak-anak semakin kekurangan kasih sayang dan mulai mencari perhatian diluar. Imbasnya, merekapun tumbuh menjadi pribadi yang liar dan bebas tanpa kendali.


Menyelamatkan generasi adalah tugas besar negeri ini. Sudah saatnya kita campakkan sistem sekuler kapitalis yang telah merusak generasi muda negeri ini !!!

Sudah saatnya kita menjadikan Islam sebagai solusi tuntas untuk menyelamatkan generasi yang kini sudah berada diambang kehancuran.

Mestinya keberadaan Islam tidak hanya difungsikan untuk mengatur urusan akhirat saja, lebih dari itu Islam merupakan sebuah sistem kehidupan yang mengatur dan memberikan solusi atas setiap persoalan kehidupan manusia.

Sudah saaatnya kita berkaca dan belajar pada eksistensi kejayaan Islam di masa lalu yang telah terbukti mampu melahirkan generasi cerdas yang beriman dan bermutu.

Generasi yang telah berhasil membangun peradaban dunia, generasi yang kontribusinya masih mampu dirasakan oleh orang-orang yang hidup hingga detik ini.

Mari selamatkan generasi dengan kembali pada Islam, agar negeri ini dilimpahi dengan keberkahan yang muncul dari langit dan bumi.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-a’raf ayat 96 :

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [al-A’râf/7:96]. [MO/an]

Posting Komentar