Oleh : Nurul Rachmadhani
"Revowriter"

Mediaoposisi.com-Mengkhawatirkan, pergaulan remaja saat ini sudah di ambang batas. Ada kasus 12 siswi hamil di satu sekolah menengah pertama. Ada pula kasus tentang grup whatsapp asusila yang berisi video porno dan ajakan mesum.Grup beranggotakan siswa siswi SMP. Pergaulan anak usia tanggung ini cukup membuat para orangtua ketar-ketir. Khawatir. Karena tren pergaulan bebas semakin meningkat. Yang pada akhirnya generasi rusak akan semakin nampak. Karena kebebasan yang tidak ada aturan membuat kebablasan.

Maraknya pergaulan bebas tak lain karena sistem yang rusak. Sistem sekuler yang mengagung-agungkan kebebasan yang  telah melahirkan generasi rusak untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Berasal dari media digital yang merupakan produk tekhnologi barat yang sarat dengan peradaban barat sehingga terbukti sebagai mesin perusak dan penghancur generasi muslim. Karena bebas itulah, maka tidak adanya pengawasan konten pornografi yang seharusnya dapat dilakukan oleh negara. Maka setiap orang bebas masuk, bahkan usia dibawah umur pun dapat dengan bebas mengakses konten yang berbau pornografi.

Terjadinya pergaulan yang seperti ini bukan hanya karena kesalahan orangtua saja dalam mendidik anak-anaknya. Walaupun seharusnya orangtua sangat berperan penting untuk menjaga. Mengawasi. Membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak memiliki aturan. Namun, orangtua tidak dapat menjaga pergaulan anak-anaknya sendiri.

Semua butuh institusi yang dapat menaungi masalah pergaulan bebas yang semakin marak. Yaitu negara. Namun saat ini negara belum mampu untuk memberikan solusi secara tuntas apabila sistem yang dijalani masih sekuler. Malahan solusi yang ditawarkan hanya akan menjadi bom waktu, yang bisa meledak kapan saja dan dapat menghancurkan peradaban manusia.

Pergaulan remaja bisa diatasi dengan Islam. Islam memiliki solusi tuntas untuk menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas. Di dalam sistem Islam media akan dikelola secara benar. Konten yang berbau pornografi tidak akan mudah diakses begitu saja atau mungkin ditiadakan.

Penanaman akidah pada tiap individu akan diberikan, sehingga remaja tidak akan mudah terjerat pada pergaulan yang salah. Akidah yang kuat menancap juga lingkungan sekitar yang menunjang untuk tetap berada pada pergaulan yang sehat. Sehingga para remaja dapat semakin taat pada syariat. Meninggalkan pergaulan yang menimbulkan maksiat. Berpegang teguh pada Islam. Meyakini bahwa Islam merupakan sebuah ideologi yang sempurna yang dapat menjaga, mengatur segala kehidupan di dunia sesuai dengan aturanNya.[MO/an]

Posting Komentar