Mediaoposisi.com-Aksi Damai mahasiswa Sultra yang diadakan didepan gedung MTQ Kendari Sultra ( 18/10/18).

Aksi damai menolak kenaikan harga BBM naik serta ekonomi yang memburuk karena kenaikan Dollar AS serta kebijakan terkait Jokowi yang kerapkali menyengsarakan rakyat dan cenderung memihak kepada asing.

Sungguh miris sebab aksi damai mahasiswa Sultra di balas dengan pukulan" yang di lakukan oleh oknum kepolisian. Ada dua korban kekerasan dari oknum kepolisian  yaitu Hikma Sanggala dan Supriadi.

Ditengah-tengah orasi Kasat Intelkam kemudian mempersoalkan baju kaos yang dipakai salah satu masa aksi yang terdapat kata KHILAFAH kemudian menyuruh agar baju tersebut dilepas namun beberapa masa aksi mencoba melerai agar hal tersebut tidak dilakukan berhubung pelepasan kaos menjadikan aurat masa aksi tersebut akan tampak.

Kasat intelkam kemudian mendorong leher Sdr. Hikma Sanggala dengan posisi mencekik yang awalnya mencoba melerai upayanya dalam melepaskan kaos salah satu masa aksi tersebut;

Mendapati masa aksi diperlakukan demikian oleh kasat intelkam saudara Supriadi yang juga salah satu masa aksi datang untuk menghalangi perlakuan kasar Kasat Intelkam kpd sdr. Hikma Sanggala.

Niat baik Supriadi ternyata tidak membuat pihak kepolisian berhenti namun langsung langsung mendaratkan pukulan tepat di wajah Sdr. Supriadi di ikuti aksi pemukulan oleh Kasat Intelkam dan beberapa aparat kepolisian lain  kepada Sdr. Hikma Sanggala.

Beberapa aparat kepolisian senior tampak mencoba menengahi aksi pemukulan anak buahnya namun tampak kewalahan karen brutalnya oknum2 polisi tersebut dalam melakukan pemukulan dan pengejaran kpd beberapa masa aksi yang mencoba menghalangi beberapa anggota polisi yang memukuli masa aksi

Aksi pemukulan dan pengejaran terhadap masa aksi oleh Kasat Intelkam dan beberapa aparat kepolisian terus terjadi kurang lebih 15 menit sampai kemudian berhasil dilerai dan masa aksi menarik diri dari tempat Aksi damai.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menimbulkan tanda tanya dan kontradiksi akan tugas pokok pihak kepolisian sebagai pihak pengayom dan pelindung masyrakat.Tapi mirisnya tindakan tersebut tidak jauh beda layaknya  para preman.[MO/an]

Posting Komentar