Mediaoposisi.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kembali menyatakan menemukan-nya terkait  kode dalam dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Central Business District (CBD) Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kode baru yang berhasil diidentifikasi lembaga antirasuah adalah 'Babe' Sebutan  fitria untuk meminta uang pelicin terkait kasus suap meikarta.

"Kami menemukan kode baru dalam proses pengurusan izin Meikarta tersebut, yaitu 'Babe'," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (17/10).

Juru Bicara mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mendalami penggunaan kode 'Babe' itu untuk apa. Menurutnya, dari pemeriksaan awal kode 'Babe' digunakan oleh salah satu tersangka yang diduga sebagai pemberi.

Belum bisa kami sampaikan mengacu pada siapa, namun kami duga itu adalah kode dari salah satu pihak pemberi," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, kode 'Babe' terindikasi panggilan konsultan Lippo Group, Fitra Djaja Purnama kepada Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro. Fitra kerap menyebut 'Babe' ketika berkomunikasi dengan pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi.


Salah satu komunikasinya adalah saat para pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta jatah kepada Fitra. Ketika itu Fitra menyampaikan akan mengomunikasikan kepada 'Babe'.(CNN 18/10/18 )

Sebelumnya, KPK menyebut dalam dugaan suap proyek Meikarta kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin ini para pihak menggunakan kode atau sandi untuk menyamarkan identitas. Kode yang dipakai di antaranya Tina Toon, Melvin, Windu, dan penyanyi.


Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK menetapkan Neneng dan Billy sebagai tersangka. Selain mereka berdua, lembaga antirasuah juga menjerat tujuh orang lainnya.

Kasus  Persengkongkolan  yang melibatkan antara penguasa dan para mafia kian tak pernah usai.Sebuah Proyek rasanya tak akan lancar tanpa adanya suap-menyuap.Sanggupkah  KPK memeberikan kan loyalitasnya ?[MO/an]

Posting Komentar