Mediaoposisi.com-Pemerintah mulai mengambil ancang-ancang untuk merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 pasalnya sejumlah asumsi makro yang diproyeksikan sebelumnya gagal memenuhi target.

Dalam pelaksanaan di tiga bulan pertama, rata-rata US$ 1 diperdagangkan mencapai Rp 13.758 atau lebih tinggi dari asumsi Rp 13.500.  

Sementara itu, harga minyak mentah secara year to date sejak awal tahun sudah mencapai US$ 63,2 per barel. Realisasi tersebut, jauh lebih tinggi dari asumsi dalam APBN sebesar US$ 48 per barel. 

Dalam pelaksanaan di tiga bulan pertama, rata-rata US$ 1 diperdagangkan mencapai Rp 13.758 atau

lebih tinggi dari asumsi Rp 13.500. 

Memasuki pertengahan tahun, pemerintah memang kerap mengevaluasi kinerja perekonomian, agar sesuai dalam asumsi makro yang sebelumnya ditetapkan pemerintah pada APBN. [MO/an]

Posting Komentar