Oleh: Renata Dwi Aninda
"Aktivis  Mahasiwa "


Mediaoposisi.com-Baru saja saudara kita di lombok tertimpa musibah berupa gempa yang berhasil mengguncangkan buminya nan indah itu. Tak lama, musibah serupa pun berhasil memporak-porandakan kota palu hingga tak ada harta tersisa, ditambah dengan tsunami yang tak lagi dapat tertahankan. Kini duka dan lukapun kian melebar bahkan sulit tuk diobati perihnya. lalu, siapakah yang harus mempertanggung jawabkan semua ini ?

Terlihat banyak sekali pihak yang seakan-akan menyalahkan atas ketidakadilan Pencipta, menganggap segalanya murni hanya fenomena alam semata. Seakan lupa bahwa ada sebab yang menghasilkan akibat.

Jika ummat mengerahkan seluruh potensi akalnya, tentulah mereka akan mendapati kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk yang amat terbatas dan bergantung pada Sang Maha Kuat lagi Kekal. Tak akan ada kesombongan baik nyata atau yang tak kasat mata. Semua kan berlomba-lomba mencari rahmat dan ridhoNya.

Sebagai manusia yang berakal, sudah seharusnya kita bertanggung jawab atas apa yang terjadi, bisa jadi semua musibah itu datang karena kemaksiatan dan kerusakan yang diperbuat, atau bisa jadi musibah itu datang sebagai peringatan bahwa kita sudah tak saling mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran ( amar ma’ruf nahi munkar) yang kemudian membuat yang lainnya lalai dan larut dalam kesalahan.

Kini kita harus mempertanggung jawabkannya dan meringankan beban mereka dengan memperjuangkan tegaknya kembali syariat islam yang kan menaungi seluruh alam dan seisinya atas rahmat dan curahan keberkahan dariNya.[Mo/an]



Posting Komentar