Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- Kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang membutuhkan biaya besar saat ini. Rakyat yang hidup serba kekurangan harus menanggung banyak beban biaya kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Rakyat seolah-olah tidak boleh sakit karena biaya rumah sakit yang melangit membuat  hidup semakin sulit.

Belum lagi kebutuhan dasar lainnya makan, pendidikan dan juga transportasi yang ikut naik. Bisa dipastikan rakyat akan terbelit utang karena harus mengelurkan biaya besar saat salah satu anggota keluarganya sakit. Apakah BPJS akan menjadi solusi bagi rakyat yang menginginkan jaminan Kesehatan yang gratis dan berkuwalitas. Ada beberapa alasan bahwa BPJS bukanlah solusi yang akan menolong rakyat.

Pertama, jaminan Kesehatan seharusnya dilakukan oleh negara yang bisa menjamin rakyatnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan berkualitas.  Sementara, BPJS hanyalah perusahaan asuransi yang tentunya bertujuan ingin mendapatkan keuntungan dari usaha yang dilakukannya. Dia juga butuh biaya operasional dan juga untuk menggaji karyawannya. Tentunya banyak dana yang diserap dari rakyat tidak hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Wajar jika akhirnya perusahaan mengalami defisit dan tidak mampu membayar penjamin kesehatan pada rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya.

Rakyat kecil menjerit  dengan harga barang yang tinggi namun mereka masih harus dipaksa gotong royong menanggung biaya jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Mereka tidak dapat jaminan kesehatan secara cuma-cuma namun harus membayar sejumlah biaya yang tidak sedikit apalagi jika harus dikalikan dengan jumlah anggota keluarga yang harus ditanggung. Berat bagi rakyat miskin yang harus secara gotong royong menanggung jaminan kesehatan. Negara lepas tangan terhadap tugasnya sementara rakyat tetap harus membayar pajak sebagai sumber pendapatan negara. BPJS bukan memberi jaminan kesehatan pada rakyat, namun rakyat sendiri yang membayar biaya kesehatannya sendiri.

Kedua, pelayanan berjenjang yang ditawarkan pada rakyat tidak bisa menjamin pelayanan kesehatan  berkuwalitas pada semua rakyat. Perbedaan pelayanan didasarkan pada besaran iuran yang dibayarkan setiap bulan. Rakyat diberikan pelayanan yang tidak maksimal jika besaran iuran yang terbayar kecil. Sementara, rakyat butuh pelayanan kesehatan yang prima agar bisa mendapatkan kesembuhan, apalagi untuk penyakit yang butuh penanganan yang cepat dan tepat

Ketiga, BPJS adalah asuransi yang didukung oleh pemerintah. BPJS merupakan perusahaan asuransi yang berkedok jaminan kesehatan yang seolah-olah memberikan jaminan kesehatan gratis. Faktanya, rakyat harus membayar sejumlah uang agar mendapatkan penjaminan kesehatan. Sementara, kita ketahui bersama bahwa tidak dibenarkan dalam bermuamalah,  penjaminan adalah hal atau sesuatu yang diperjual belikan. Oleh karena itu, asuransi dalam pandangan Islam hukumnya tidak boleh, haram.

Dengan tiga alasan di atas masihkah kita berharap bahwa BPJS akan bisa memberikan solusi dalam hal penjaminan kesehatan rakyat secara gratis. Jangan rakyat dipaksa untuk mengikuti sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya. Negara harusnya mengambil peran dalan penjaminan biaya kesehatan masyarakat. Negara bisa mengoptimalkan pengolahan sumber daya alam untuk pembiayaan kebutuhan dasar rakyatnya. Tugas negara yang diwakili pemerintah adalah mengurusi urusan rakyat, bukan malah menyerahkan urusan rakyat pada swasta.[MO/sr]

Posting Komentar