Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com- Belum puas sepertinya rezim ini mencekik leher rakyat dengan berbagai tekanan dan pungutan. Beban Kenaikan harga TDL, kenaikan Dolar, Kenaikan pajak, kenaikan tarif tol, bahkan tambahan beban bencana di NTB dan Sulteng, tidak membuat penguasa merasa iba kepada rakyat.

Harga Pertamax naik jadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter. Alasannya, harga minyak mentah dunia naik, jadi BBM kudu naik.

Harga minyak mentah dunia memang jahat ! Kalau naik, BBM cepat ikut naik. Kalau turun, BBM tidak kunjung turun. Kalau untuk rakyat, segera disesuaikan. Harga segera dinaikkan. Luar biasa !

Sementara, kenaikan harga itu tidak membuat penguasa mau berhemat. Acara pertemuan IMF - WB, penguasa Kucurkan duit nyaris 1 T, penguasa ogah membatalkan pertemuan meski publik sudah ramai mengkritik.

Begitu harga minyak mentah dunia naik, Pemerintah tidak berbasa-basi, langsung naikan harga BBM. Mungkin, Kedepan akan ada pernyataan ajaib lagi dari pejabat. Tarif tol naik, pejabat minta masyarakat tidak lewat tol. Mungkin BBM naik, pengguasa sebentar lagi bilang rakyat diminta naik sepeda saja.

Nah, kurang bukti apa lagi ? Penguasa zalim seperti ini yang mau terus dipertahankan ? Ini yang mau dibanggakan dan minta dia periode lagi ? Ini yang dianggap pemimpin yang merakyat dan sederhana ?

Ah kalian ini, dolar naik BBM melejit, dianggap biasa saja. Masih tenang dan sabar sabar saja. Mungkin, menunggu ajal menjemput, baru sadar kita tidak butuh dia lagi.

Kalaulah masih tersisa kesabaran, kesabaran itu untuk berjuang bukan untuk sabar dalam kezaliman. Dizalimi lebih sadis, Anda masih merasa biasa dan tidak terjadi apa-apa. Jangan dianggap, jika diam rezim ini akan menghentikan kezaliman. Kezaliman itu akan lebih keras lagi !

Jika memang belum cukup bukti, baiklah. Nasjo akan sabar menulis bukti bukti kezaliman pada sahifah rapih dan mendokumentasikannya sebagai noktah sejarah. Bukti ini, kelak akan mengingatkan anak cucu kita, bahwa negeri ini pernah dipimpin oleh rezim yang represif dan anti Islam. [MO/an]

Posting Komentar