Oleh : Aldzikratul Rachma, A.Md.Kom 
"Aktifis Dakwa Remaja dan Penulis Bela Islam”Kls Opini Akhwat-AMK”

Mediaoposisi.com-Di kutip dari CNN IndonesiaKetua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Yaqut Cholil Qoumas mengklaim pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid. Menurutnya, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU tidak akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang tertera pada bendera berwarna dasar hitam itu.

"Saya memahami apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid," ujar Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/10). "

Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi oleh mereka (anggota Banser Garut) tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan," lanjutnya.

Sungguh ini diluar nalar yang tak logis dan sangat tak bisa dimaklumi. Bagaimana bisa mereka katakan bahwa kalimat Tauhid tersebut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)?

Bukankah sudah sering kali dijelaskan bahwa bendera aliwa wa aroya bukanlah bendera hizbut tahrir. Namun merupakan panji Rasulullah saw. Sebagaimana dalam sabdanya:

 “Bendera (liwâ’) Rasulullah –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– berwarna putih, dan panjinya (râyah) berwarna hitam.” (HR. Al-Hakim, al-Baghawi, al-Tirmidzi. Lafal al-Hakim)

 Dari Ibn Abbas –radhiyaLlâhu ’anhu:

 «كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ»

“Panjinya (râyah) Rasulullah –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– berwarna hitam, dan benderanya (liwâ’) berwarna putih, tertulis di dalamnya: “lâ ilâha illaLlâh Muhammad RasûluLlâh”. (HR. Al-Thabrani).

Anti HTI atau Anti Khilafah?

Jadi sebenarnya mereka para Banser benar untuk menyelamatkan kalimat Tauhid denga membakarnya serta bernyanyi ria atau karena  mereka anti HTI atau Khilafah? Menurut hemat saya bahwa mereka anti Hizbut Tahrir sebab Hizbut Tahrir ingin meneggakan kembali Khilafah sebagai dasar negara. Itu artinya mereka tidak menginginkan Khilafah tegak.

Oleh itu berbagai cara mereka lakukan untuk untuk menjatuhkan perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia. Agar sekiranya Khilafah tak pernah tegak di muka Bumi. Padahal sekuat apapun mereka mencegahnya, Khilafah akan tetap tegak.

Boleh saja kalian para pembenci Islam melakukan makar. Mulai dari pencabutan Badan Hukum Hizbut Tahrir hingga membakar kalimat Tauhid yang menurut kalian bendera Hizbut Tahrir.

Namun Hizbut Tahrir tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan Khilafah hingga bendera Rasulullah berkibar ke penjuru Dunia.

Demi Allah. Semakin kalian mengecam tegaknya Khilafah. Maka akan semakin berkobar semangat juang itu untuk memperjuangkan Khilafah. Mati syahid lebih kami cintai ketimbang berada di tengah-tengah Sistem kufur ini. Kami mencintai perjuangan penegakan Khilafah sebagaimana kalian membencinya.

Kami percaya bahwa Allah akan menolong kami. Sebab tegaknya Khilafah adalah janji Allah melalui bisyara Rasulullah. Wahai para pembenci Agama Allah, hukum yang mana lebih kalian kehendaki? Apakah hukum yang berdasarkan dari Al-Qur'an dan Sunnah atau hukum taghut?


 Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 256

 لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Sudah sangat jelas Ayat-ayat Allah menjelaskan tentang hukum yang wajib dijalani yakni hukum yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, Ijma dan Qiyas. Bukan hukum buatan manusia yang sewenang-wenang. Sekirannya jika kalian lebih menghendaki hukum taghut, sungguh kalian berada dalam kesesatan yang nyata.

Oleh karena itu saatnya kaum Muslimin bangkit untuk rapatkan barisan. Wajib bagi kaum Muslimin untuk memperjuangkan kembalinnya penegakan Khilafah. Karena dengan tegakknya Khilafah maka Ummat Muslim akan bersatu dalam naungannya, sehingga tak akan ada yang berani melecehkan kaum Muslimin terlebih simbol agama Islam yakni Aliwa wa Aroyah dan merupakan panji Rasulullah.[MO/an]

Posting Komentar