illustrasi

Oleh:  Mega Cahaya Dewi R, S.Stat.

Mediaoposisi.com-Siapa yang tak mengenal istilah G 30 S/PKI, istilah ini selalu ramai diperbincangkan menjelang 30 September. G 30 S/PKI yakni Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, peristiwa silam ini seakan mengingatkan peristiwa kelabu terhadap bangsa bangsa Indonesia. Pada saat itu PKI berhasil membunuh sejumlah jenderal yang diduga sebagai dewan jenderal yang akan mengudeta pimpinan negara. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa sejarah bagi bangsa Indonesia, seringkali berbagai kalangan mengadakan nonton bareng film G 30 S/PKI untuk mengingatkan akan bahaya sekali komunis ini.

Namun selain komunisme, kapitalisme juga berbahaya. Kalau ditinjau kembali, sebenarnya komunisme dan kapitalisme adalah  ideologi yang memiliki keyakinan dan mampu melahirkan aturan-aturan kehidupan. Di dunia saat ini tidak lebih dari tiga ideologi, yaitu kapitalisme di dunia Barat, kemudian diikuti oleh negara-negara Timur, kemudian ideologi sosialisme-komunisme dan ideologi Islam. Saat ini ideologi yang lebih dominan diterapkan di dunia adalah kapitalisme. Kapitalisme sebagai sebuah negara telah menguasai dunia hingga negeri-negeri yang menganut sosialisme pun  bertekuk lutut karenanya. Adapun ideologi Islam saat ini tak satu pun negara di dunia yang menerapkannya, karena tidak akan mungkin dua ideologi akan berkuasa secara bersama-sama. Masing-masing ideologi memiliki sistem aturan kehidupan yang berbeda.

Dilihat dari perbandingan  sumber ajarannya, kapitalisme dan sosialisme-komunisme sangat mengagungkan akal manusia, padahal akal manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa berubah-ubah. Adapun  konsepsi akidah kapitalisme adalah sekularisme, yakni memisahkan agama dengan kehidupan dunia. Sedangkan sosialisme-komunisme akidahnya materialisme menggagap bahwa materi merupakan segala wujud sesuatu, sehingga menolak eksistensi Tuhan Sang Pencipta. Dari segi asasnya, kapitalisme sangat mempertimbangan untuk rugi (manfaat), jika  ada keuntungganya akan dilakukan, jika  merugikannya maka akan ditinggalkan.

Sedangkan asas sosalisme adalah materialisme dialektika, yakni materi berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, diciptakan dengan cara membuat konflik antara satu materi dengan materi lainnya, dari segi kesesuaian dengan fitrah manusia kedua ideologi ini tidak sesuai, kapitalisme tidak sesuai dengan fitrah manusia karena kebutuhan manusia terhadap Tuhan tidak terbatas pada waktu ibadah saja, sebab di luar ibadah pun manusia tetap membutuhkan Tuhan yang Maha Agung. Apalagi, sosialime-komunisme tidak sesuai dengan fitrah manusia, karena fitrah manusia yang memerlukan agama  dinafikan oleh sosialisme.

Sedangkan Islam berlandaskan pada akidah Islam, yakni keimanan kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari kiamat dan Qadha dan Qadar. Dengan asas ini, Islam adalah ideologi yang mengakui adanya penciptaan alam, manusia dan kehidupan. Sang Pencipta itu juga diakui sebagai Sang Maha Segalanya. Islam juga mengakui kelemahan dan keterbatasan manusia yang merupakan fitrahnya. Karena itu manusia tidak mungkin bisa memisahkan diri dengan Allah  dalam keadaan apapun. Inilah kesadaran yang perlunya aturan  dalam segala aspek kehidupan dari Allah, bukan yang lain.

Komunisme dan Kapitaslime Ideologi Bathil

Kesahihan atau kebatilan sebuah ideologi terkait dengan akidahnya. Karena akidah merupakan asas terpancarnya aturan untuk mengurus kehidupan. Jika asasnya sahih, pastilah aturanya juga sahih, begitu pun sebaliknya. Kesahihan akidah datangnya dari kesesuaian pemikiran akidah itu dengan fitrah manusia dan dapat memuaskan akal. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ternyata ideologi sosialisme-komunisme tidak memusakan akal apalagi memenuhi fitrah manusia. Ide pemisahan antara agama dengan kehidupan telah mengizinkan bercampurnya antara yang hak dan yang batil, Islam dan kekufuran.

Dilihat dari asas terpancarnya aturan kehidupan, kita bisa lihat  dengan seksama bagaimana ideologi yang berkuasa saat ini kapitalisme telah terbukti menghasilkan banyak bencana dan kerusakan. Di bidang ekonomi misanya, sistem ekonomi kapitalis ribawi, membawa malapetaka bagi negeri ini, utang luar negeri menumpuk beserta bunganya, kebijakan hanya bertumpu dan menguntungkan para pemilik modal saja, rakyat semakin terkuras rasa sengsaranya.

Dari segi politik dan hukum, keadilan hukum hanya memihak kepada pihak yang membela penguasa, politisi koruptor diberbagai lini pemerintahan, membangaun dinasti politik, bahkan sampai memanipulasi ajaran agama, lahir sebuah undang-undang yang hanya menguntungakan kepentingan elit-elit politik tertentu. Di bidang sosial, pergaulan seks bebas sudah tak terelakan, perizinaaan, LGBT pun tumbuh subur yang semuanya itu tidak mendapatkan sanksi yang tegas. Wajarlah hal tersebut terjadi, karena segala aturan yang ada di ideologi selain Islam berasal dari buah pikiran manusia, padahal manusia adalah makhluk yang lemah dan terbatas.

Islam Rahmatan Lil Alamin

Saat ini, Islam yang utuh memang tidak bisa dilihat, karena kenyataanya Islam tidak diterapkan secara menyeluruh. Namun bukan berarti Islam tidak layak untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Jika Islam dikaji dan dipahami lebih mendalam tentu akan terlihat bahwa Islam adalah satu-satunya agama dan ideologi yang utuh dan paripurna, serta layak diterapkan di tengah-tengah umat.

Bila ideologi kapitalisme dan sosialisme saja telah diberi kesempatan untuk mengatur kehidupan, mengapa tidak jika saat ini sudah saatnya Islam yang mengatur kehidupan. Karena jelas, ideologi kapitalisme juga sosialisme-komunisme ketika diterapkan membawa dampak kerusakan yang luar biasa terhadap umat. Allah menurunkan aturan-aturan-Nya bukan tidak ada maksudnya, aturan-aturan tersebut harus diterapkan dalam kehidupan tanpa terkecuali. Inilah pentingnya umat Islam untuk senantiasa berjuang menegakan syariat Islam.[MO/an]

Posting Komentar