Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- Al-Qur'an bukanlah kumpulan sejarah meskipun di dalamnya diceritakan kisah orang-orang terdahulu. Menganggap al-Qur'an sebagai kumpulan sejarah adalah sebuah kesalahan besar karena faktanya al-Qur'an dan sejarah jelas berbeda. . Ada beberapa alasan yang menjadi bukti bahwa al-Qur'an bukanlah kumpulan sejarah.

Pertama, sejarah adalah  peristiwa atau suatu kejadian yang terjadi pada masa lampau yang dianggap penting yang ditulis oleh pelaku sejarah, orang yang hidup di zaman dimana peristiwa sejarah itu terjadi. Jadi sejarah ditulis oleh manusia yang tidak bisa menjamin seratus persen kebenarannya dalam menyampaikan fakta sejarah.

Perasaan, pikiran dan keberpihakan dia baik pada seseorang atau satu faham tertentu tidak bisa dielakkan mempengaruhi dalam penulisan sejarah, sehingga apa yang ditulis tidak bisa dijamin seratus persen kebenarannya. Manusia mempunyai keterbatasan dalam melihat fakta sejarah secara menyeluruh. Jadi kesalahan di dalam buku sejarah pasti terjadi.

Sangat berbeda dengan al-Qur'an yang merupakan  kitab suci yang berasal dari Allah baik kandungannya maupun redaksinya semantara Sejarah adalah buku biasa yang ditulis oleh manusia. Al-Qur'an .hanya berisi kebenaran yang berasal dari Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia, apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi serta apa saja yang ada diantara keduanya.

Sungguh, baik kandungannya maupun redaksinya berasal dari Allah sehingga tidak ada keraguan sedikitpun apa yang ada di dalam al-Qur'an seperti yang dijelaskan  di surat al -Baqarah ayat 2.
Kedua, sejarah berisikan fakta bukan sebuah ajaran atau pedoman manusia dalam menjalani kehidupan.

Fakta sejarah hanya untuk diketahui namun tidak bisa digunakan dasar dalam menentukan kebenaran apalagi jelas sejarah tidak bisa digunakan sebagai pedoman hidup. Srmentara, al-Qur'an berisi pandangan hidup yang lengkap dan seratus persen benar yang dijadikan manusia sebagai petunjuk dalam mwnjalani kehidupan agar mereka bisa tertunjuki ke jalan yang benar dan bisa kembali ke SurgaNya, sebaik-baik twnpat kembali.

Ketiga, tulisan sejarah bisa direvisi saat ada bukti sejarah yang akan memnyempurnakan kumpulan sejarah yang sudah ditulis. Maknanya bahwa kumpulan sejarah tidak pernah sempurna dalam penulisannya karena seseorang bisa jadi menuliskan fakta srjarah dari sudut pandang pennulis. Senentara penulis yang lain vusa memandang daru sudut pandang yang lain dan berbada dari sebelumnya. 

Sementera ak-Qur'an adalah kitab yang srmpuna dan tidak perlu dan tidak boleh direvisi. Bahkan didalam surat al-baqarah ayat 2 saat mengawali membaca kitab ini dijelaskan bahwa tidak ada keraguan didakamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Al-Qur'an tidak akan berubah sampai kapanpun karena Allah sendiri a yang akan menjaganya baik dari isi kandungannya   maupun redakainya. Apakah kita nasih berfikir bahwa al-Qur'an adakah kumpulan sejarah? Sebaiknya orang yang mwngatakan sepwrti itu dan sempat berfikir bahwa al-Qur'an adalah kumpulan sejarah sejarah segera bertaubat sehingga adzab Allah yang sangat pedih tidak menimpa pada kita semua.[MO/sr]


Posting Komentar