Oleh : Jartika

Mediaoposisi.com-  Satu perempuan dan dua lelaki ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utaradi tempat terpisah, karena kasus kepemilikan ganja dan dua paket sabu.(Suara.com )

Ketiganya ditangkap pada hari Senin (8/10) awal pekan ini. Dari ketiganya, polisi menyita 19 paket ganja dan dua paket sabu.

Kasat Reserse Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada Portalsatu.com—jaringan Suara.com, Rabu (10/10/2018), mengatakan ketiga tersangka adalah NH (45) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, SM (22), dan K (22).

Kedua pria itu ditangkap pukul 19.30 WIB di kawasan jembatan Gampong Teupin Gapeuh, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara.

Dalam saku celana SM ditemukan satu paket sabu seberat 0,07 gram, dan 6 paket ganja seberat 32 gram. Sementara dari saku celana K ditemukan satu paket sabu seberat 0,47 gram. SM mengaku membeli ganja itu dari NH," kata Ildani.

Saat diinterogasi, kata Ildani, NH mengakui menjual ganja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

"Pengakuan NH, keuntungan dari menjual ganja itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, termasuk  untuk membeli baju daster," ungkap AKP Ildani.

Memang tak ada pilihan lain, demi membiayai kebutuhan keluarga harus melakukan suatu hal yang semestinya tidak dilakukan. Terkadang didunia kapitalis ini bukan kehendak seseorang untuk melakukam kejahatan tapi karna akibat cekikan perut, umat kemudian tak mempunyai jalan lain untuk membuatnya kenyang, kecuali dengan melakukan kejahatan. Memang sungguh kejam!!!

Sungguh sangat disayangkan keadaan yang mudharad tapi malah melakukan satu kemudharatan lagi demi mebutupi kemudharatan yang pertama tadi, dan pada akhirnya jadilah double mudharat.

Sekalipun mereka tau bahwa penyebabnya adalah karna pemenuhan kebutuhan. Tetapi saja tak ada solusi untuk menyelesaikan permasalahannya. Yang salah tetap orang-orang bawah yang melakukan kesalahan tadi tanpa menelaah terlebih dahulu.

Seharusnya pemerintah terpungkur mendengar berita ini, kenapa ??? Karena pemerintah tidak menjamin prekonomian yang bagus untuk mensejahterakan seluruh umat Indonesia. Sayangnya jangan kan untuk muhasabah diri dan memperluas atau mempermudah dalam menyediakan lowongan pekerjaan, yang ada sibuk dalam impor-mengimpor dari luar.

Padahal negara islam sangat menjamin perekonomian yang adil bagi seluruh umat. Negara juga sebagai tonggak dari kesehteraan masyarakat dimana pemimpin harus mampu memenuhi hajat dan bertanggung jawab terhadap umat.

Akan tetapi, tanggung jawab di sini bukan semata-mata bermakna melaksanakan tugas lalu setelah itu selesai dan tidak menyisakan dampak (atsar) bagi yang dipimpin. Melainkan lebih dari itu, yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah lebih berarti upaya seorang pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pihak yang dipimpin.

Sebagaimana hadis Rasul yang dicatat oleh At Tirmidzi (1/249), Al Hakim (4/94), Ahmad (4/231),

عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ ، حَدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ ، قَالَ : قَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ لِمُعَاوِيَةَ ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” مَا مِنْ إِمَامٍ يُغْلِقُ بَابَهُ دُونَ ذَوِي الْحَاجَةِ ، وَالْخَلَّةِ ، وَالْمَسْكَنَةِ ، إِلَّا أَغْلَقَ اللَّهُ أَبْوَابَ السَّمَاءِ دُونَ خَلَّتِهِ ، وَحَاجَتِهِ ، وَمَسْكَنَتِهِ ، فَجَعَلَ مُعَاوِيَةُ رَجُلًا عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ “

dari Ali bin Al Hakim, Abul Hasan menuturkan kepadaku, ‘Amr bin Murrah berkata kepada Mu’awiyah, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: '‘Tidak seorang pun pemimpin yang menutup pintunya untuk orang yang membutuhkan, orang yang kekurangan dan orang miskin, kecuali Allah akan menutup pintu langit dari kekurangan, kebutuhan dan kemiskinannya. Lalu Allah pun menjadikan Mu’awiyah orang yang memperhatikan kebutuhan rakyat.''

Hanya sistem islamlah yang kemudian mampu menjamin keaamanan umat baik dalam merawat (melayani), menyediakan kebutuhan, tempat teduh dan sebagainya. Kini kita harus mampu mengembalikan sekaligus menerapkan secara kaffah sistem islam, yang nantinya akan menjamin kesejahteraan untuk seluruh umat.[MO/sr]

Posting Komentar