Oleh: Sri Retno Ningrum

Mediaoposisi.com- Ulama merupakan warasatul anbiya( pewaris para nabi). Dengan keilmuaan dan keikhlasannya Beliau berjuang menyampaikan agama Allah dan menerapkan hukum Islam. Ulama kehadirannya sangat di nanti-nantikan umat, ibarat keluarga Ulama adalah Ibu bagi umat islam.
Definisi Ulama.

Ulama menurut kamus besar bahasa indonesia( KBBI) ulama adalah orang yang ahli dalam hal pengetahuan agama. Ulama tempat bertanya umat dan pembimbing umat ketika ada permasalahan di tengah-tengah masyarakat.

Ulama juga bertugas mengoreksi kebijakan Pemerintah yang tidak sesuai Islam dan menzalimi rakyat. Ulama memiliki pengaruh besar bagi Bangsa ini, khususnya kesadaran berpolitik masyarakat untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Keresahan dan kegundahan di rasakan umat Islam, terlebih dengan berbagai persoalan yang melanda Negeri ini seperti pengangguran, kemiskinan, biaya hidup mahal, kriminalitas, pergaulan bebas, korupsi dsb menjadi umat Islam bangkit dari ketidakadilan yang di lakukan Penguasa.

Hingga muncullah upaya aksi-aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dari berbagai organisasi masyarakat, tokoh umat, masyarakat umum. Aksi 212 menjadi saksi sejarah kebangkitan umat Islam.

Ikhtiar-ikhtiar umat Islam untuk menyudahi rezim yang berkuasa saat ini di gelar, hingga terbentuklah sebuah acara Ijtima Ulama dan tokoh umat yang di selenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatw( GNPF) Ulama.

Adapun tokoh yang hadir dari Pimpinan Partai seperti Prabowo Subianto, Zulkifli Hasan, Sohibul Iman, Yusril Ihza Mahendra, Mandala Putra dan banyak Ulama yang hadir. Mampukah Ijtima Ulama yang melibatkan tokoh umat dan Ulama menyelesaikan persoalan Negeri ini?

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sebentar lagi, dan yang sering terjadi para calon akan melibatkan Ulama untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. Ini terbukti, setelah (Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menetapkan calon Presiden dan wakil Presiden yakni Joko Widodo menggandeng ketua MUI yakni Bapak Ma'ruf amin dan Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno yang di dukung oleh Ijtima Ulama.

Ijtima Ulama telah resmi menetapkan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan telah di tanda tangani pakta integritas oleh Ijtima Ulama dan tokoh umat pada ahad, 16 september 2018 di hotel grand cempaka( republika.co.id).

Namun protes di sampaikan pleh ketua DPP PDIP Hamka haq mengatakan bahwa rekomendasi memilih calon Presiden dan wakil prediden tidak mewakili semua Ulama di Indonesia( republika.co.id).

Pencarian dukungan juga di lakukan oleh kubu petahana yakni Joko Widodo dengan menggandeng Ma'ruf amin. Dukungan terlihat dari ratusan Kiai dan pengurus pondok pesantren sepakat mendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada pemilihan Presiden. Ada 400 Kiai dan pengasuh Pondok Pesantren yang berasal dari seluruh Indonesia menggelar silaturrahmi PPI( MSKP3I)Arifin junaedi sepakat menginginkan Indonesia di pimpin Ulam(antara news.com).

Pada hakikatnya Ulama tidak boleh terlibat Politik yang tidak sesuai dengan Islam. Apalagi sistem yang ada sekarang melahirkan pejabat-pejabat yang korupsi. Sangat di sayangkan Ulama sebagai teladan umat mengikuti sistem yang salah.

Sudah seharusnya Ulama membimbing umat dan mengoreksi kebijakan Pemerintah yang tidak sesuai Islam bukannya di manfaatkan oleh Seseorang yang haus dengan kekuasaan. Ulama sebagai panutan dan suri tauladan, Ulama wajib mengikuti tauladan Rasullah SAW " perumpamaan Ulama di bumi adalah seperti bintabg-bintang di langit yang memberikan petunjuk di dalam kegelapan bumi dan laut. Apabila dia terbenam, maka jalan akan kabur"( HR. Ahmad).

Ulama merupakan penerang umat dan membimbing umat dengan menerapkan Syariah Islam secara menyeluruh dengan begitu Ulama benar-benar menjadi warasatul anbiya(pewaris para nabi).[MO/sr]

Posting Komentar