Oleh: Nirma 
(Anggota Komunitas Pena Langit)

Mediaoposisi.com- Syariah diartikan sebagai sumber mata air, yang semuanya berasal dari sumber yang satu yaitu Sang Pencipta seluruh alam semesta. Manusia dalam kehidupannya pasti memiliki tujuan dan makksud yang telah digariskan. Tidak semua manusia menyadari apa tujuan kehidupan atau apa tujuan mereka diciptakan.

Hanya orang-orang yang mau berfikir saja yang akan menemukan hakikat penciptaannya. Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada Nya. Ibadah  itu apa sih? Ibadah tidak sesempit yang kita kira loh, ibadah itu ngga cuma sekedar shalat, zakat, puasa, haji dan baca Quran aja tapi ibadah itu adalah menjalankan semua yang Tuhan perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Sekarang coba saja kita list apa saja yang termasuk perintah apa saja yang termasuk larangan, pastinya banyak sekali syariah (hukum Allah) yang belum kita laksanakan saat inikan. Dalam syariah Islam mengatur manusia dari mulai bangun tidur sampai bangun negara itu ada aturannya.

Bahkan dalam hal misalnya interaksi kita dengan orang lainpun tidak luput dari syariah Islam. Ibadah ritual, masalah individu maupun masalah yang berkaitan dengan muamalah seperti pergaulan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial dsb semuanya telah Allah atur dengan sempurna.

Masalahnya saat ini adalah sangat sulit untuk taat kepada perintah Allah sebagai wujud konsekuensi keimanan kita dengan ketaatan yang sempurna.

Era globalisasi saat ini menjadikan manusia satu dengan manusia yang lain seolah tak ada batas yang memisahkan mereka. Semua kecanggihan teknologi dan pesatnya perkembangan zaman menjadikan semua kebudayaan, pemikiran maupun hal-hal asing mudah sekali masuk dan diterima oleh generasi milenial saat ini.

Termasuk juga Barat, mereka mencekoki generasi muslim dengan food, fun, fashion, film, gadget maniak dll yang berstandarkan pada Barat. Banyak pemuda muslim yang akhirnya mengikuti arus yang membawa mereka ke lembah yang sangat dalam.

Semakin menjauhkan pemuda-pemuda muslim ini dari identitasnya yang sebenarnya yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai seorang muslim. Banyaknya pemikiran-pemikiran asing yang masuk tidak lagi dapat disaring dan di timbang sesuai ataukah tidak dengan syariah.

Malah justru tidak sedikit dari mereka mendukung ide-ide kufur yang datang dari barat dan hal ini semakin menjauhkan mereka dari syariah islam. Pemikiran-pemikiran seperti feminism, LGBT, liberalism dan bahkan menjadi pendukung dari Islam Nusantara yang seolah menganggap Islam harus disesuaikan dengan keragaman yang ada di Nusantara.

Allah menciptakan manusia dengan beranekaragam suku bangsa, agama maupun ras, bahasa, budaya dan suku, namun dalam semua perbedaan itu sebenarnya Allah telah menyediakan Islam sebagai pemersatu masyarakat. Bagaimana bisa Islam mempersatukan semuanya?

Lewat syariahnya, Islam mengajarkan bagaimana ukhuwah, bagaimana toleransi dan bagaimana mengatur urusan masyarakat (politik). Tidak ada jaminan yang lebih pasti dari apa yang Allah janjikan untuk manusia ketika mereka mau untuk taat kepada Islam.

Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar setiap warga masyarakat baik itu muslim maupun non muslim sekalipun. Warga non muslim tidak akan pernah dipaksa untuk masuk kedalam Islam dan mereka dibebaskan atas Ibadah atau akidah mereka. Terjaminnya penyediaan lapangan pekerjaan.

Semua warga negara akan dilindungi harta, jiwa dan darah mereka oleh Islam. Hak antara Muslim dan non Muslim sama dalam Islam. Banyak lagi yang lainnya wujud indahnya syariah Islam ketika diterapkan.

Saat ini menganggap bangsa sendiri lebih unggul dari bangsa lain merupakan hal yang biasa untuk dilakukan. Bahkan termasuk didalamnya terkait syariah Islam. Ketika saat ini memakai jilbab (baju gamis/ baju kurung) dianggap “ya kan itu budaya arab, di Indonesia kan beda”, atau ketika ada yang memakai cadar dianggap terorris dan itu budaya arab tidak usahlah dipakai dll.

Itu menjadi hal yang biasa kita dengar dalam kehidupan kita. Pantaskah seorang muslim melakukan semua ini? Disaat kita tau bahwa semua itu  ada dalam al Quran dan As Sunnah yang memang Allah menjamin keasliannya sampai akhir zaman.

Kewajiban mengamalkan isi Quran dan As Sunnah tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Bahkan sampai zaman terus berubah dan berkembang menjadi secanggih apapun, selamannya syariah itupun akan tetap sama.[MO/sr]

Posting Komentar