Oleh : Ayu Mela Yulianti, SPt
(Pemerhati Masalah Umat)

Mediaoposisi.com- Sering kita mendengar istilah penyakit masyarakat. Adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan masyarakat menjadi sakit. Jika masyarakat sakit tentulah harus diobati agar kembali menjadi sehat.

Sebagaimana penyakit yang diderita individu manusia. tentulah harus ada diagnosa yang cukup akurat untuk menentukan jenis penyakit pada individu manusia sehingga diperoleh resep dan obat yang pas untuk mengobati penyakit individu manusia tadi. Hingga menjadi sehat kembali.

Saat ini penyakit yang menjangkiti masyarakat banyak ragamnya, kalau tidak disebut sebagai penyakit komplikasi. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahan diagnosa sehingga dihasilkan resep obat yang tidak akurat. Hasilnya semakin hari penyakit masyarakat semakin kronis dan sulit untuk disembuhkan.

Penyakit masyarakat antara lain adalah aborsi, narkoba, kemiskinan, kebodohan, pencurian, perampokan, kezaliman, ketimpangan sosial, dan masih banyak lagi. Jika dirunut dan dilihat, jumlahnya semakin banyak, menyebar disemua tingkat masyarakat. Dari mulai kalangan bawah hingga atas. Dari kelas terpelajar hingga yang tidak pernah belajar.

Dari kelas elit hingga kelas ekonomi. Semua terjangkiti penyakit ini. Kenapa disebut penyakit ?, karena perilaku yang dihasilkan dari penyakit masyarakat ini cukup meresahkan dan mengancam eksistensi manusia sebagai manusia dan bisa mengarahkan kehidupan manusia layaknya kehidupan binatang.  Karenanya disebut sebagai penyakit masyarakat.

Manusia hidup tentulah menggunakan norma  atau tata nilai. Karenanya diberikanlah hati dan akal fikiran oleh Allah swt agar manusia mampu merasakan dan berfikir. Tersebab adanya akal fikiran ini manusia berbeda dengan binatang.

Baik tingkah laku maupun kehidupannya. Dikenalkanlah konsep nasab kepada manusia oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW. Dikenalkanlah konsep anak dan orang tua, tua dan muda dan seterusnya, agar dengan konsep dan tata nilai itu manusia bisa membangun peradaban manusia yang mulia. Yaitu peradaban manusia yang mampu melindungi darah, kesucian dan kehormatan umat manusia.

Peradaban seperti ini hanya ada didalam peradaban Islam. Yaitu peradaban yang dibangun dalam tata nilai yang menerapkan syariat Islam Kaffah. Sistem Kekhilafahanlah sebagai saksi kecemerlangan peradaban umat manusia yang mulia. Tak ada yang mampu menandinginya. Ini adalah realita sejarah dan akan terulang kembali dengan tegaknya kembali sistem Islam dalam bingkai Khilafah ala minhajinnubuwwah.

Banyak yang telah ditetapkan oleh Islam dalam upaya menyehatkan masyarakatnya, antara lain :

pertama, Islam melarang peredaran bahan makanan atau apapun yang dapat menghilangkan akal manusia. Contohnya narkoba.

Kedua, Islam melarang publikasi hal-hal yang dapat mengarah pada dekadensi moral masyarakat, contohnya hal-hal yang berbau pornoaksi dan pornografi.

Ketiga, Islam memberlakukan sanksi yang keras dan tegas bagi individu-individu manusia yang melanggar hukum syariat, misalnya, hukum potong tangan bagi yang mencuri lebih dari seperempat dinar dan tidak dalam rangka memenuhi kebutuhan asasinya.

Hukum cambuk atau rajam bagi yang melanggar kehormatan dan kesucian. Hukum jilid bagi yang melakukan sumpah palsu dan lain sebagainya. Hukum dibunuh kembali atau membayar diyat bagi orang yang menghilangkan nyawa manusia tanpa hak.

keempat, Islam melarang keras aktivitas gibah dan fitnah, yang mengarah pada kerusakan akhlak masyarakat, dan memberikan sanksi sesuai dengan yang ditetapkan oleh khalifah.

Kelima, Islam mendorong masyarakat melaksanakan hukum syariat semata karena keimanan dan menciptakan suasana keimanan di tengah -tengah masyarakat. Dengan pemimpin sebagai  orang pertama yang memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, dalam segala aspek kehidupannya.
Inilah antara lain beberapa hal yang telah Islam tetapkan untuk menciptakan kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat menjadi sehat.

Berbeda dengan hari ini, saat tidak diterapkannya Islam dan hukum-hukumnya dimasyarakat. Sebaliknya hari ini masyarakat diatur dengan hukum sekuler kapitalis, maka yang terjadi antara lain adalah :

pertama, adanya kelonggaran dalam proses produksi dan peredaran minuman keras, juga narkoba sehingga masyarakat mudah sekali untuk memperolehnya. Ada uang ada barang.  Berakibat pada penggunaan yang tidak dibenarkan dalam agama, yaitu hilangnya kesadaran dan akal manusia.

kedua, beredarnya bisnis hiburan yang mengeksploitasi unsur pornografi dan pornoaksi, yang menyebabkan banyak kerusakan moral manusia. Ada supplay ada demand. Peredarannya diserahkan pada mekanisme permintaan pasar, tanpa mempertimbangkan ekses negatif yang dihasilkannya.

ketiga, tidak ada sanksi yang keras dan tegas bagi pelanggar tata kesusilaan di masyarakat. Hukum bisa dibeli dengan uang. Hukum karet.

Keempat, rusaknya suasana keimanan dimasyarakat, akibat tidak dipakainya aturan agama dalam mengatur tata kehidupan masyarakat.

Karenanya, sungguh bagi manusia yang masih mempunyai hati dan akal fikiran, mereka akan mampu mendiagnosis bahwa sumber penyakit masyarakat adalah diterapkannya hukum sekuler kapitalis ditengah masyarakat.

Dan obat mujarab dalam mengobati penyakit yang disebabkan kuman sekuler kapitalis adalah penerapan syariat Islam Kaffah dalam bingkai Khilafah yang memiliki hukum dan tata nilai yang bersifat pasti. Pasti solutif dan pasti membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia.[MO/sr]












Posting Komentar