Oleh : Eva Yulia

Mediaoposisi.com-Law-Justice.co -Kasus kekerasan seksual di Indonesia, terutama yang menimpa kaum perempuan terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada 2017 dari  90.000 kasus yang dilaporkan 173 diantaranya menyebabkan kaum perempuan meninggal karena tindak pidana semacam ini.

Sementara LBH Apik mencatat  setidaknya terjadi 573 kasus kekerasan seksual pada 2015. Setahun kemudian angka ini melonjak hingga 854 kasus.

Sudah banyak pelaku kejahatan seks sedang menjalani hukuman di masing-masing penjara seluruh Indonesia dijerat ayat-ayat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 (Undang-Undang Perlindungan Anak).

Kali ini terjadi lagi dengan kasus yang sama tetapi dengan cara yang berbeda Depok - Mahasiswi korban peremasan payudara di Depok tidak hanya satu kali mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku. Pelaku juga memperlihatkan kemaluannya kepada korban. (detiknews)

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan korban saat olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Taman Indah I, Gang Swadaya II, Tugu, Cimanggis, Kota Depok. Saat itu, korban hendak masuk ke gang lalu berpapasan dengan pelaku yang ke luar gang.

Namun pertanyaan besarnya mengapa korban terus bertambah. Boleh jadi  para pelaku buta atas hukuman yang akan menimpa dirinya.  Akan tetapi tak menutup kemungkinan pula bila para pelaku  memiliki uang dan kekuasaan sehingga kebal hukum.

Wajar jika sistem demokrasi kapitalis ini mengakibatkan kekerasan seksual semakin meningkat, karena sistem ini adalah sistem yang memberi kebebasan sebebas-bebasnya. Apalagi untuk perempuan yang menjadi tontonan setiap saat di acara-acara televisi bahkan iklan-iklan  kebanyakan perempuan yang mempromosi suatu barang dengan mengumbar aurat.

Pacaran  juga dianggap suatu hal  yang biasa tapi apa yang terjadi banyak fakta bahwa dari pacaran itulah kekerasan semakin mudah dilakukan, mulai dari pemerkosaan, pembunuhan bahkan anak diluar nikah dan ujung-ujungnya wanita yang menjadi korban, jadi wajar jika kasus pelecehan seksual terbanyak adalah wanita.

Kerusakan-kerusakan yang meluas di tengah masyarakat seperti kejahatan-kejahatan, perampokan, pembunuhan dan sebagainya maka tak lepas dari peran wanita, tentu tidak sepenuhnya tapi faktor ini tidak bisa kita abaikan. Baik tidaknya suatu masyarakat bisa dilihat dari keadaan wanita-wanita ditengah masyarakat tersebut. Bukankah sudah familiar ditelinga kita akan pribahasa “ibu adalah tiang negara”. Jika wanita rusak maka hancurlah Negara tersebut.

Beginilah hidup dengan aturan-aturan yang dibuat oleh manusia dan dilanggar lagi oleh manusia. Semua jelas terjadi, tidak ada ketentraman, tidak ada kebaikan, tidak ada lagi rasa malu, tidak ada rasa takut kepada Sang Pencipta.

Islam sangat memuliakan wanita, islam pun menjaga kaum wanita dari segala yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya. Islam menempatkannya sebagai makhluk yang paling mulia yang harus dijaga. Atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah swt, agar kaum wanita dapat menjalankan perannya sebagai pendidik umat generasi mendatang.

Di antara aturan yang khusus bagi wanita adalah aturan dalam pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita. Aturan ini berbeda dengan kaum laki-laki. Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi mereka.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzâb [33]: 59)

Wanita pun diperintah oleh Allah untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya dengan cara tidak bercampur baur dengan mereka, lebih banyak tinggal di rumah, menjaga pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak merendahkan suara dan lain-lain.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzâb [33]: 33)

 Semua syariat ini ditetapkan oleh Allah dalam rangka menjaga dan memuliakan kaum wanita, sekaligus menjamin tatanan kehidupan yang baik dan bersih dari prilaku menyimpang yang muncul akibat hancurnya sekat-sekat pergaulan antara kaum laki-laki dan wanita.

Merebaknya perzinahan dan terjadinya pelecehan seksual adalah diantara fenomena yang diakibatkan karena kaum wanita tidak menjaga aturan Allah diatas dan kaum laki-laki sebagai pemimpin dan penanggungjawab mereka lalai dalam menerapkan hukum-hukum Allah atas kaum wanita.[MO/sr]

Posting Komentar