Oleh  :Lilis Sulistyo Wati, SE

Mediaoposisi.com-Pulau seribu masjid merupakan sebutan untuk pulau Lombok. Mengapa disebut sepertu itu? Dikarenakan disana kurang lebih ada lima ribu masjid. Masyarakat gemar mengumpulkan uang untuk membangun masjid. "Sebutan itu diberikan oleh Dirjem Bimas Islam Pak Efendi Zakarsih ", kata Taufan Dosen Fakultas Seni Rupa Desain Institut Teknologi Nasional Bandung saat menjadi nara sumber pada seminar Wisata Halal yang digelar disela - sela Mukernas 1 Fojim di Islamic Center, Mataram, NTB. (kicknews.today)

Dorongan ibadah yang sangat kuat inilah yang membuat mereka gemar membangun masjid. Perasaan Islami yang muncul ini tidak lepas dari proses masuknya Islam disana yang penerimaanya luar biasa walaupun Islam belum didakwahkan secara sempurna. Hal ini di dukung oleh masyarakat yang memiliki  jati diri berjiwa lomboq buaq berperilaku sasak sakabira yakni lurus, tulus, ikhlas, jujur juga adil dan berperilaku saling bantu, saling tolong menolong, saling tolong menolong, saling menopang, bekerja sama dan bekerja bersama-sama sehingga mereka lebih mudah menerima Islam. Dan Islam pun dianut mayoritas masyarakat di sana.

Ketika datang modernisasi dengan perbaikan taraf hidup di era 1985. Dimana adanya keberhasilannya dibidang pertanian monokultur bawang putih. Modernisasi bidang pertanian ini pula menjadi pintu masuk kapitalis, dan pelan - pelan orang - orang di Sembalun menjadi materialistik dan meninggalkan jati dirinya. (hidayatullah.com)

Tidak hanya modernisasi pertanian yang merubah gaya hidup masyarakat disana. Pengelolaan wisata alam yang tujuanya materialistik pun membawa dampak buruk bagi kehidupan. Awal mula sebulum ada modernisasi desa Sembalun di Gunung rinjani dijuluki sebagai 'Giri suci" yang berarti tempat terbatas suci. Namun setelah modernisasi banyak anak muda yang datang bukan untuk mensyukuri nikmat Allah, tapi justru merusak tempat ini dengan mengumbar kemaksiatan.

Ustadz Abdurrahman Penghulu Adat tanah Sembalun mengatakan bahwa kami meminta pemerintah segera menghentikan acara muda - mudi di Bukit Pergasingan, Selok anak dara, Bukit Nanggi, Bukit Telaga dan lain - lain. Juga melarang para pendaki di hari Jum'at, agar para polter lokal bisa menunaikan sholat Jum'at, sebagaimana aturan adat orang Sembalun dilarang bepergian di hari Jum'at, sehingga kita terhindar dari bencana. (hidayatullah.com)


Setelah susah payah para wali berjuang menyebarkan Islam di Lombok, dengan mudahnya modernisasi merubah tatanan kehidupan masyarakat. Yang semula karakter manusia yang lurus menjadi jauh dari agama. Yang semula memegang teguh ibadah menjadi senang bermaksiat. Kemaksiatan meraja lela dimana - mana. Hingga tibalah peringatan Allah yang akhirnya meluluhlantakkan semua yang mereka banga - banggakan di dunia ini.

Pulau seribu masjid tinggallah nama, karena banyaknya kemaksiatan gempa telah menghancurkan semuanya. Dalam Qur'an Surat Ar Rum 41 telah menggambarkan bahwa telah nampak kerusakan di darat dan dilaut karena ulah tangan manusia dan Allah menunjukkan sebagian agar kalian kembali ke jalanKu. Gempa yang terjadi merupakan teguran Allah agar manusia bisa berpikir lalu kembali ke jalan Allah. Dalam tafsir Ibnu Katsir makna ulah tangan manusia adalah karna kemaksiatan.

Inilah yang terjadi di Lombok, Allah hendak mengajak masyarakat Lombok dan umat secara keseluruhan agar kita meninggalkan kemaksiatan dan kembali kepada Islam yakni Islam secara keseluruhan.

Imam atau pemimpin yang seharusnya membantu karna kewajibannya melayani semua urusan umat, tak bersegera menanggapi serius masalah ini. Hingga ada oknum yang memanfaatkan untuk membantu namun dengan tujuan memurtadkan. Mereka mengirimkan bantuan buku - buku namun ternyata buku tersebut diselipkan buku yang bermuatan aqidah lain.

Nestapa yang terjadi digunakan untuk pemurtadan. Disinilah peran penting butuhnya Imam, dimana Imam menjadi junnah atau benteng yang menjaga dan melindungi umat baik secara aqidah, materi dan fisik. Namun saat ini tidak ada Imam yang melayani urusan umat dan menjaganya. Imam ini hanya ada ketika Islam diterapkan dalam bingkai negara. Semoga dengan kejadian ini umat bisa berpikir dan segera kembali ke Islam yang sempurna.[MO/an]



Posting Komentar