Oleh : Ir. Farida Ummu Alifia – Tangerang Selatan
" Pemerhati Pendidikan Islam"

Mediaoposisi.com-Bertambah lagi kasus penyebab perceraian dalam rumah tangga. Biasanya kita dengar  karena dipicu  faktor ekonomi, wanita idaman lain atau  pria idaman lain, juga faktor kekerasan dalam rumah tangga dan lain-lain.

Namun di zaman  now,   penggunaan media sosial seperti facebook, instagram dan whatsApp menjadi salah satu pemicu perceraian, sebagai  trend gaya  baru. Namun sayangnya penggunanya kurang bijak dalam memanfaatkan teknologi canggih ini sehingga berdampak negative dalam kehidupan rumah tangga.

Perkembangan Teknologi di era Revolusi Industri IV saat ini, komunikasi menjadi kebutuhan utama dalam segala hajat manusia. Gadget dengan berbagai fasilitasnya mampu mempermudah kamunikasi antar manusia termasuk antar lawan jenis.

Bak pisau bermata dua, gadget ini juga memiliki dampak negative dalam hubungan sosial manusia, termasuk maraknya kasus perceraian karena perselingkuhan pasangan melalui media medsos ini.

Karena faktor perselisihan dan pertengkaran dengan persentase  80%  berujung pada gugatan cerai. Berdasarkan kasus yang ditangani, kemajuan teknologi menyebabkan perkara perceraian dalam hubungan rumah tangga.

Peningkatan kasus perceraian diduga dampak dari media sosial, lantaran pasangan suami-isteri aktif menggunakan media sosial hingga melupakan tugas dan kewajiban masing-masing. Lebih lanjut, Sairun menjelaskan, ketika salah satu pasangan menggunakan media sosial maka akan rentan terjadi salah paham.

Kehadiran media sosial sering menimbulkan ketidakharmonisan dan keretakan hubungan pernikahan karena diduga adanya pihak ketiga. Juga   Pengadilan Agama Karawang menerima 1.201 permohonan gugat cerai sepanjang bulan Januari  hingga Juli 2018.

Dan menerima 434 pengajuan cerai talak dari suami. Begitu juga pada tahun 2017, perkara cerai gugat atau gugatan perceraian yang diajukan oleh istri lebih banyak, mencapai 2.207 permohonan. Sementara cerai yang diajukan suami atau cerai talak pada tahun lalu hanya 733 kasus.

Ironisnya kasus perceraian  ini disebabkan oleh hal yang sepele bahkan bisa dikatakan menjadi gaya hidup. Sehingga setiap ada permasalahan baik suami maupun istri mudah mengajukan talak atau cerai.[MO/an]

Posting Komentar