Oleh: Saya Dariah Nurhayati 

Mediaoposisi.com- Pendidikan adalah bagian penting dalam proses pembelajaran atau pengenalan kepada siswa/i sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD)sampai tingkat sekolah menengah atas (SMA). Salah satu kurikulum  yang wajib ada pada kegiatan belajar mengajar (KBM) yakni kurikulum pendidikan agama yang memuat pelajaran tentang keagamaan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Sirodj, mendesak agar kurikulum agama dikaji lagi. Ia mengusulkan agar bab tentang sejarah yang dominan hanya menceritakan perang dikurangi porsinya.( REPUBLIKA.CO.ID)

"Yang diperhatikan adalah kurikulum pelajaran agama di sekolah. Saya melihat pelajaran agama di sekolah yang disampaikan sejarah perang, misalnya perang badar, perang uhud, pantesan radikal," katanya dalam acara konferensi wilayah PW NU Jatim di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (29/7).

Penghilangan sejarah perang dalam shiroh sama dengan menghapus ayat-ayat Al-qur’an tentang perang. Dalam Al-Qur’an banyak kisah sejarah perang yang memang sudah selayaknya diketahui oleh siswa/i pelajar sekolah  untuk mengenalkan  kisah-kisah inspiratif yang ketakwaan para pasukan perang dalam menyebarkan islam dan memperjuangkan islam, yang dapat dijadikan suri tauladan.

Kisah-kisah yang terdapat dalam bab siroh merupakan kisah-kisah yang shohih benar adanya karna bersumber dari Al-Qur’an.

Kisah-kisah yang terkandung dalam sejarah perang sarat dengan pelajaran  serta nasihat yang bisa diambil. Kisah-kisah ini sebagai ganti dari kisah-kisah tidak bermutu untuk anak-anak seperti kisah kartun yang ditayangkan ataupun dibukukan.

Dengan demikian, generasi kaum muslimin tidak lagi mengidolakan manusia-manusia yang memiliki eksistensi fana, akan tetapi mencontoh pejuang-pejuang yang takwa kepada Allah SWT. Agar bermanfaat  untuk perjalanan hidup didunia dan diakhirat.

Pembuatan kurikulum dalam islam 
Pembuatan Kurikulum dalam islam seluruhnya bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah, termasuk kisah sejarah atau shiroh yang tidak boleh dihilangkan dalam ilmu pengetahuan. Sehingga akhlak yang tercerminkan akhlak yang dicontohkan oleh para pejuang-pejuang islam yang tak kenal lelah dan tingkat takwa yang tinggi.

Al-Qur’an menyuruh kaum muslim agar mengambil apa yang telah dibawa oleh Rasul. Allah SWT berfirman :
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah." (TQS. Al Hasyr [59] : 7)

Mengambil apa yang dibawa Rasul tidak mungkin kecuali setelah kita memahami dan mempelajarinya.  Maka dari itu, kurikulum bab shiroh tidak boleh dikurangi bahkan sampai dihilangkan dari proses pembelajaran kepada murid-murid di sekolah.[MO/sr]


Posting Komentar