Oleh  :Lilis Sulistyo Wati, SE

Mediaoposisi.com-Gemah ripah loh jinawi, kalimat ini berpuluh tahun melekat pada negeri ini. Kenapa? Tentu saja karena kekayaan alam yang terhampar luas di Nusantara. Berikut beberapa fakta yang mewakili betapa melimpahnya kekayan alam Indonesia.

"Perkiraan nilai cadangan terbukti dari minyak, gas, batu bara, tembaga, emas, nikel, perak dan seterusnya dengan asumsi tidak ditemukan cadangan baru lagi. Ini yang ketemu saja di perut bumi, nilainya saat ini sekitar Rp 200 triliun." ungkapan Kurtubi Pengamat Energi. liputan6.com

Betapa melimpahnya kekayaan alam Indonesia ini belum ditotal dengan hasil hutan, hasil laut. Belum lagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam yang telah dikelola oleh investor.

Lalu bagaimana dengan pendapatan negara? Pendapatan non pajak 250 triliun, pendapatan dari pajak 1.480,9 triliun,dan hibah 1,4 triliun. Total pendapatan 1.750,3 triliun. mojok.com

Betapa kayanya Indonesia namun anehnya negeri sekaya ini memiliki hutang yang sangat banyak yakni Rp 4.907 triliun.

Mengapa ini bisa terjadi?

Sampai kapan Indonesia mampu melunasi hutang tanpa harus berhutang lagi?

Jika pendapatan sebesar 1.750,3 triliu, logikanya Indonesia tak perlu berhutang, namun pada faktanya hutang Indonesia melimpah. Bahkan Sri Mulyani memaparkan bahwa berdasarkan UU Keuangan, batas maksimum hutang total tidak boleh lebih besar dari 60% dari PDB dalam negeri.

Oleh karena itu jika melihat  PDB Indonesia Rp 14.000 triliun. Batas maksimum hutang bisa mencapai Rp 8.400 triliun. Padahal sekarang utang kita sekitar Rp 4.000 triliun. okezonefinance.com.

Pertanyaanya lalu kemana saja kekayaan yang dimiliki Indonesia, apakah Indonesia harus berhutang terus hingga memenuhi batas maksimum agar mendapat hubungan baik dengan Luar Negeri?


Jebakan Hutang Internasional

Ada keganjalan dalam pengelolaan keuangan. Seharusnya negeri yang kaya mampu membiayai semua kebutuhan untuk belanja negara tanpa perlu hutang.

Lalu kemana larinya uang ratusan triliun tersebut?

Indonsia Coruption Watch mencatat, pada tahun 2017 terdapat 576 kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 6,5 triliun dan suap Rp 211 milyar. kompas.com

Jika ternyata kekayaan negara dijarah, maka solusinya tidak perlu kita menambah hutang untuk menutupi kerugian namun bagaimana bisa mengembalikan uang tersebut kenegara dan memperbaiki sistem.M

Dalam konsep ekonomi Kapitalis terdapat istilah lingkaran kemismikinan. Lingkaran ini menggambarkan roda perekonomian yang pasang surut ketika sebuah negara telah berada diposisi atas suatu saat akan turun kembali mulai dari nol lagi. Sehingga dibutuhkanlah tangan - tangan tidak kentara.

Dari sinilah IMF dengan baik hati menawarkan modal untuk membuat perekonomian bisa bangkit kembali dan juga para investor yang siap menanamkan modalnya di negara yang membutuhkan kucuran dana segar tadi.

Apakah memang kondisi ini membuat negara bisa bangkit? Tidak justru ini barulah dimulai sekenario penjajahan. Kita dibuat tergantung kepada mereka dengan bantusn dana yang diberikan kepada kita. Hal ini bisa dilihat dari krisis ekonomi moneter melanda dibeberapa negara dan kejadianya terus berulang.

Inilah gambaran lingkaran kemiskinan setelah negara bangkit suatu saat negara ini pasti mengalami krisis kembali. Tujuanya hingga nilai mata uang negara peminjak anjlok hingga titik kritis. Lalu tak mampu membayarnya hingga semua aset harus dijual ketika jatuh tempo. Disinilah tujuan utama mereka untuk menguasai negeri jajahannya. Dalam ekonomi kapitalis tak ada makan siang gratis.

Lalu bagaimana memutus lingkaran hutang ini?

Lingkaran hutang ini akan terus berputar jika kita tetap mengambil hutang kebali. Bahkan menurut Scainader utang ini akan naik terus sepanjang budget anggaran masih defisit. Lalu hutang tersebut tidak akan terbayar apabila penghasilan pajak hanya mencapai Rp 100 triliun.

Apakah solutif ketika pajak terus dinaikkan? Apakah justru akan menyengsarakan rakyat?

Tentu tidak solutif jika pajak terus dinaikkan, sedangkan pendapatan perkapita tidak naik secara signifikan, justru hal ini akan menyengsarakan rakyat.

Inilah gambaran jebakan hutang internasional.

Dalam teori akuntasi kapitalis dipaparkan bahwa harta merupakan hasil penambahan dari hutang dan modal. Sehingga seluruh negara yang menganut ekonomi kapitalis pasti akan berhutang untuk pembiaayan infrastruktur dan sebagainya. Dan hutang ini juga dimasukkan dalam istilah hibah.

Hibah dalam sistem ekonomi kapitalis merupakan pinjaman yang harus dikembalikan berbeda dengan pengertian dalam Islam hibah merupakan pemberian yang tidak harus dikembalikan. Darisini lah negara - negara yang menganut ekonomi kapitalis selalu memasukkan hutang dalam APBN.

Hal ini berbeda dengan ekonomi Islam mencatat harta yakni dengan semua kekayaan yang ada dalam negara.

Negara yang kaya SDA pun akan tetap berhutang jika mengambil sistem ekonomo kapitalis ini. Jadi jika mau keluar dari lingkaran hutang ya berhenti tidak mengambil hutang lagi, perbaiki pengelolaan sumber daya alam dan perbaiki pengelolaan keuanganya.

Pengelolaan Sumberdaya Alam dalam Islam

Islam mengatur pengelolaan sumberdaya alam secara bijak. Dalam Islam sumber daya alam merupakan krpemilikan umum yang dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Makna kepemilikan umum disini adalah kepemilikan yang tidak boleh dikuasai oleh perorangan, bahksn dijual untuk kepentingan pribadi atau negara.

Karna dalam Islam ada tiga komponen yang tidak boleh diperjual belikah yakni air, api dan padang rumput. Maknanya adalah semua yang berhubungan dengan ketiga komponen tadi dikelola sebaik - baiknya oleh negara untuk melayani urusan umat sehingga tidak boleh dijual apalagi di jual ke Luar negeri.

Semua ini dikelola dengan baik sesuai dengan kebutuhan rakyat dan negara. Tak ada satu pun yang diistimewakan dalam hal penerimaan harta dari Baitul Mal bahkan Khalifah pun hanya mendapat santunan untuk kebutuhan pokok sehari - hari tanpa ada tunjangan barang mewah dan sebagainya.

Islam pun mengatur politik luar negeri. Di dalam Islam kerjasama dengan luar negeri dibagi menjadi tiga yakni, untuk negara yang tidak masuk wilayah Islam dan mereka tidak memusuhi Islam maka negara bisa melakukan kerjasama dengan perjanjian kerjasama misalnya dalam bidang industri kita meminta orang dari Luar Negeri untuk menularkan ilmunya.

Untuk negara yang tidak memusuhi Islam namun ada indikasi untuk menjajah maka tidak ada kerjasama dan membolehkan negara tersebut berkunjung hanya sekali visa.

Yang terakhir negara yang nyata memusuhi Islam tidak boleh ada kerjasama apa pun dan tidak boleh masuk ke dalam negeri. Ini merupakan penjagaan Islam terhadap kedaulatan negara dan menjauhkan dari jebakan lingkaran kemiskinan karna hutang Internasional.[MO/an]

Posting Komentar