Oleh: Iin Susiyanti

Mediaoposisi.com- Dalam ajang politik Nasional peran ulama menjadi penting saat pesta demokrasi digelar. Baik dalam pemilihan legislatif, kepala daerah maupun pilpres. Bahkan ulama terjun langsung ke dalam politik praktis. Dengan mencalonkan diri sebagai caleg, capres dan cawapres.

Ratusan Kiai dan pengurus pondok pesantren (ponpes) sepakat mendukung bakal capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. 400 Kiai dan pengasuh ponpes yang berasal dari seluruh Indonesia itu menggelar acara silahturahmi di Ponpes Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat. (ANTARA News/15/9/18)

Dalam pesta demokrasi berbagai elit politik saling berlomba menggandeng ulama dan santri untuk meraup suara terbanyak. Umat Islam merupakan mayoritas. Ulama sebagai pemegang fatwa yang diikuti oleh umat Islam.

Namun ketika pesta telah usai ulama dicampakkan tanpa ada toleransi. Tak sedikit dari mereka memperoleh intimidasi dan ancaman ketika hendak berceramah. Para elit politik itu bak cacing kepanasan ketika para ulama sudah bicara politik. Karena dianggap berbahaya mampu menggulingkan posisi para elit dalam kursi kekuasaan.

Ulama adalah sebagai warosatul anbiya' atau pewaris para nabi. Rasulullah Saw bersabda:
Ulama adalah pewaris para nabi “. (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu). Sejatinya ulama sebagai pewaris para nabi mempunyai peran dalam mencerdaskan umat. Memahamkan pentingnya politik bagi kebangkitan umat.

Pertama Membimbing umat untuk memegang prinsip-prinsip Islam. Sehingga tetap berada dalam aturan yang benar (syariat islam) dan menjadi umat yang bangkit. Kebangkitan diraih dengan kebangkitan pemikiran bukan teknologi, ilmu pengetahuan atau aspek spiritual semata.

Kedua Membina dan menjaga umat pada jalan yang lurus. Menjaga umat dari tindak kejahatan. Pembodohan dan kesesatan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam atau orang-orang kafir. Ulama bukanlah alat untuk melegitimasi kepentingan penguasa atau kelompok tertentu. Apalagi ikut duduk dalam kursi parlemen. Ulama adalah sebagai pengontrol penguasa jika lalai dalam mengurusi rakyat.

Mampu mengungkap permusuhan yang dikabarkan oleh orang-orang kafir untuk memerangi dan menjatuhkan Islam. Bukanlah sebagai penyebab kehancuran, kebinasaan dan malapetaka bagi muslim dan manusia pada umumnya. Ulama pemersatu bagi umat dari perpecahan. Mengajak umat
melaksanakan Islam kaffah dalam segala aspek kehidupan.[MO/dr]

Posting Komentar