Penulis : Nike Ummu Dhiya


Mediaoposisi.com-Presiden Jokowi mengundang para atlit peraih medali pada Asian Games yang berlangsung belum lama ini. Para atlit diundang ke Istana Presiden dan dilakukan pemberian bonus atas prestasi mereka.

Tidak tanggung-tanggung, peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar 1,5 miliar. Bonus langsung diberikan dalam bentuk rekening dan ATM Bank Rakyat Indonesia atas nama atlit peraih medali tersebut. (https://m.viva.co.id)

Nominalnya bervariatif antara peraih medali emas, perak dan perunggu. Pelatih dan asisten pelatih juga ikut mendapatkan bonus dari pesta olahraga tingkat Asia kali ini. Dimana Indonesia menempati urutan ke 4 dengan raihan 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

Menurut Menpora Imam Nahrawi, pemberian ini adalah yang tercepat dalam sejarah. Untuk peraih medali perak perorangan, mendapatkan bonus Rp500 juta, dan perunggu sebesar Rp250 juta. Untuk atlet beregu, peraih emas Rp750 juta per orang. Perak Rp300 juta per orang, dan perunggu Rp150 juta per orang. (viva.co.id)

Bisa kita hitung berapa rupiah yang harus dikeluarkan dalam perhelatan ini. Setelah sebelumnya kita disuguhkan prosesi pembukaan Asian Games yang sangat meriah. Bukan jumlah yang sedikit. Apalagi di tengah kondisi ekonomi negara saat ini. Dimana hutang negara membengkak, rupiah pun kian melemah. Ditambah derita saudara kita di Lombok akibat bencana gempa yang seolah dipandang sebelah mata.

Sudah seharusnya kepentingan rakyat menjadi prioritas utama. Uang rakyat digunakan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Bukan hanya pihak-pihak tertentu saja yang merasakan. Sedangkan masyarakat di bawah kian hari kian terpuruk keadaannya.

Islam benar-benar mengurusi kepentingan rakyatnya. Sudah dicontohkan bagaimana Khalifah Umar bin Khattab turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Bukan sekedar pencitraan. Tapi kerja nyata.[MO/dr]

Posting Komentar