Oleh: Syarifah Hanum ( Aktivis Dakwah )

Secara resmi, acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One batal tayang, Selasa (28/8/2018)
malam. Praktis ILC Batal Tayang malam itu.

Pembatalan tayangan ILC TV One itu disampaikan melalui akun Twitter @ILC_tvOnenews.
Pantauan TribunJakarta.com, pembatalan acara tersebut rupanya mengundang sejumlah tokoh
untuk berkomentar.

Di antaranya adalah Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon hingga akademisi Rocky Gerung.
Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan kekhatiwarannya soal pembatalan tersebut.
Ia mengira pembatalan tersebut mungkin saja dikarenakan aksi persekusi yang dilakukan oleh
penguasa melalui telepon.

Ntah penguasa mana yang dimaksud oleh Fadli Zon.
"Wah jangan-jangan ILC dipersekusi juga via telepon penguasa," tulis Fadli Zon.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui media sosial, twitter.
Pembatalan tayang ILC juga dikometari oleh akademisi Rocky Gerung.

Melalui akun Twitternya Rocky Gerung me-rettwet pengumuman pembatalan tersebut.
Dalam akun youtube Rocky Gerung juga menulis judul ILC Batal Tayang Karena Kendala
TEKNIS (Tekanan Istana). Mohon Maaf atas kedunguannya. Terima Kasih.
Serambinews.com

Namun pihak TV One membantah tudingan Fadli zon, yang mengatakan ILC di perkusi
"Nggak ada itu," ujar Wakil Pemimpin Redaksi tvOne Totok Suryanto saat dihubungi
detikcom, Rabu (29/8/2018).

Sekalipun tim TV One membantah tudingan tersebut, masyarakat percaya bahwa acara ILC
mendapatkan persekusi. Bukannya karena kendala teknis sebagaimana yang disampaikan tim
TV One. Karena tidak mungkin acara spektakuler seperti ILC yang menyajikan tema-tema
yang mengelitik dan mengancam pemerintah bisa tidak tayang karena masalah teknis. Karena
menurut saya, ILC sendiri adalah acara yang sangat profesional. Kalau tidak profesional,
apakah tokoh-tokoh di negeri ini akan hadir di acara ILC? Bukankah itu menghabiskan
waktu dan juga uang mereka?

Pembatalan tayangan ILC ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya juga terjadi pada akhir
2016 ILC pernah tidak tayang dengan alasan libur padahal saat itu sedang ada isu-isu
terhangat seperti salah satunya adalah aksi 212.

Pada awal 2017 ILC juga pernah gagal tayang tanpa alasan yang jelas dimana seharusnya
tayang dengan judul "Makar"
Dan pada 24 Januari 2017, ILC dengan tema "Membidik Rizieq " kembali gagal tayang
dengan alasan yang juga tidak komperhensif. (Tribun Jakarta/Warta Kota/Tribun Pontianak)
Serambinews.com

Apakah gagalnya tanyang ILC ini benar-benar kesalahan teknis? Jika memang benar, ILC
dan TV One tentu tidak Profesional dalam menyajikan siaran. Atau memang benar terdapat

persekusi? Karena setiap pembatalan penayangan ILC, tim TV One tidak dapat memberi
alasan dengan jelas.

Selain ILC beberapa kali gagal tayang, ternyata ILC juga pernah dihentikan tayangannya.
Karena menyajikan tema diskusi yang berkaitan dengan aksi damai 212 dan juga kasus
penistaan agama oleh Ahok. Dan hal ini tentu saja sudah beberapa kali di tegur oleh KPI. ILC
mendapatkan pantaun lebih ketat setelah membahas mengenai masalah Ahok. Sebelumnya,
dilansir Viva.co.id

Persekusi sendiri bukanlah hal yang tabu di pangung politik demokrasi. Di rezim ini sudah
beberapa kali terjadi persekusi terhadap individu masyarakat, kelompok, dan juga tokoh
agama. Adapapun persekusi yang terjadi terhadap individu seperti yang di alami oleh Neno
Warisman. Selain itu juga terjadi persekusi terhadap ormas islam/pengajian-pengajian.
Selanjutnya persekusi dilakukan kepada beberapa orang tokoh agama seperti Habib Rizieq
Shihab, Ustad Abdul Somad, dan ustad Felix Siaw. 

Kenapa mereka di persekusi? Apakahkarena perpolitikan para habib dan ustad ini yang kritis? Saya tahu, di rezim ini siapun yang
kritis akan di bungkam dengan jurus andalan penguasa. Itulah bentuk mencerdaskan
kehidupan bangsa yang ada di alinia ke 4 Pembukaan UUD 1945, yang telah di nodai oleh
politisi yang serakah akan kekuasaan. Karena itu masyarakat dan beberapa tokoh lainnya
menganggap ini ada hubungannya dengan persekusi.

Namun Ali Mochtar Ngabalin membantah tudingan Fadli Zon yang menghubungkan acara
ILC yang gagal dengan pemerintah. Apa urusannya pemerintah, istana? Apa urusannya
Presiden dengan urusan live atau tidak live ILC (Indonesia Lawyer Club)? Jangan cari
simpatik dengan membuat cedera perasaan. Enggak boleh begitu,” kata Ngabalin, seperti
dilansir CNN hari ini, Selasa (28/8).

Jika tidak ada kaitannya dengan pemerintah terkait ILC yang gagal tayang. Lalu bagaimana
dengan persekusi-persekusi yang di alami oleh beberapa orang dan ormas yang mengkritik
penguasa? Siapa yang memperkusi mereka? Jika memang ada ormas lain yang memperkusi
ormas Islam dan juga tokoh-tokoh Islam, siapa penggerak massa yang radikal dan juga buas
itu?

Tentu mereka tak akan bergerak, jika tidak ada yang mengerakkan. Ibarat mobil, tak akan
berjalan jika tak ada yang menyetir.

Nah, apakah ILC ini juga di setir?

Masyarakat sudah cerdas, kalianlah yang lebih mengetahui jawabannya. [MO/vp]

Posting Komentar