Oleh: Isna Yuli
(Women Movement Institute)

Mediaoposisi.com- Pilpres semakin dekat, kedua kubu saling menyiapkan pasukan dan peralatan ‘perang’. Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih dahulu mengumumkan pengusaha muda Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) mereka.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi belum resmi mengumumkan Ketua Tim sukses mereka, meskipun Djoko Santoso telah mengklaim dirinya sebagai Ketua Tim Kemenangan Prabowo-Sandi.

Belumlah hilang lelah dari uforia Asian Games Jakarta-Palembang, Erick Thohir kembali didaulat sebagai ketua TKN. Kesuksesan perhelatan event Olah Raga 4 tahunan itu seolah menjadi daya tarik tersendiri yang menjadikan dirinya lebih dikenal masyarakat akhir-akhir ini. Meskipun, tanpa dirinya menjadi ketua panitia penyelenggara Asian Games, Erick telah menjadi pengusaha terkenal.

Kesuksesan Erick dalam Asian Games seolah menjadi bukti kepiawaiannya untuk menggawangi kesuksesan kampanye tim Joko Widodo-Ma”ruf Amin kelak. Namun jika dilihat dari segi politik, pemilik Mahaka Group tersebut tidak memiliki pengalaman dalam dunia politik praktis.

Masyarakat juga semakin cerdas, memilih calon pemimpin dalam pertarungan pilpres nanti bukanlah pertarungan antar TKN, melainkan sosok yang akan menjadi pemimpin selanjutnya. Apalagi masyarakat telah merasakan sendiri bagaimana kepemimpinan dari sang petahana.

Dengan segala upaya pasanan Jokowi-ma’ruf Amin berusaha menutup segala celah kekurangannya. Minimnya pengalaman Erick dalam hal politik tidak menjadi masalah sebenarnya. Karena jika melihat deretan nama nama berpengaruh lain yang ada dibawah Erick, mereka memiliki masa dan keterpengaruhan yang kuat di tengah masyarakat. Selain itu Eirck juga dinilai mampu merangkul kalangan milenial.

Disisi penantang, kubu Prabowo memilih purnawirawan TNI Djoko Santoso yang memiliki segudang pengalaman dalam dunia politik, meski perannya tidak banyak diketahui publik namun ia lebih paham terkait strategi politik dan penggalangan massa. Pengalamannya menjadi petinggi dalam TNI jelas membuat dirinya juga paham terkait intelejen. Hal ini sangat berpengaruh juga terhadap manuver politik yang akan dibuat.

Dipilihnya Djoko Santoso yang memiliki latar belakang militer dinilai sesuai dengan Prabowo sendiri. Komunikasi politik akan lebih “nyambung” dengan sesama profesi. Jika Erick dinilai sesuai dengan kalangan milenial maka Sandiaga Uno juga mampu meraih suara dari kalangan milenial.

Terpilihnya Sandiaga Uno di Jakarta merupakan salah satu bukti dukungan masyarakat terhadapnya. Disisi lain Sandiaga juga merupakan sahabat sekaligus partner bisnis Erick, hal ini bisa jadi jembatan yang mencairkan suasana kampanye mendatang.

Berbagai kekurangan dan kelebihan dimiliki kedua belah pihak. Kekurangan bisa ditutupi dengan solidnya tim kampanye. Kelebihan bisa dimanfaatkan dalam meraih dukungan. Pemilihan tim sukses tidak  lepas dari sosok-sosok berpengaruh yang ada dibalik calon petarung pilpres.

Terlihat bahwa selama ini kepentingan jokowi banyak dipengaruhi oleh pengusaha-pengusha besar di Indonesia, wajar jika mereka memilih Erick sebagai TKN. Begitu juga dengan Prabowo, cara pandang seorang mantan panglima besar TNI tentu akan searah dengan sosok Prabowo dan partai koalisinya.[MO/sr]

Posting Komentar