Oleh: Nurul Rachmadhani 
(Revowriter)

Mediaoposisi.com- Korban gempa Lombok banyak yang membutuhkan bantuan, banyak yang memberikan bantuan kepada para korban dari berbagai elemen masyarakat.

Korban gempa yang mayoritas dari umat Islam pun telah di manfaatkan oleh sebagian kelompok menjadi target pemurtadan. Di dusun Loloan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan buku-buku yang berisi materi kristenisasi yang siap dibagikan kepada masyarakat. (Nusanews.id).

Menurut salah satu relawan asal kota Mataram, Farhan Abu Hamzah, yang bertugas di dusun Loloan, menurutnya banyak buku-buku tersebut di posko bantuan namun tidak diketahui siapa pengirimnya.

Menurut Farhan, kepala dusun selektif dalam menerima bantuan, dia tidak menerima dari yayasan kristen, sehingga buku- buku yang ada di posko pun tidak dibagikan kepada masyarakat.(VOA Islam).

Ditambah lagi ada percakapan di dalam jejaring whatsapp group yang menyebut adanya para misionaris melakukan pengkristenisasian dengan dalih trauma healing khususnya untuk para pengungsi anak-anak. Dalam percakapan tersebut juga beredar foto-foto yang memperlihatkan buku-buku berisi materi pemurtadan.

Hal ini dapat terjadi karena lemahnya peran negara dalam penanganan korban gempa Lombok, sehingga memberi celah kepada beberapa kelompok yang berupaya terhadap pendangkalan akidah dengan dalih memberikan bantuan kemanusian.

Mereka mencari kesempatan dalam kesempitan, apabila korban yang memiliki lemah akidah maka akan dengan mudah kristenisasi ini masuk secara terselubung pada tiap-tiap jiwa para korban gempa, maka rusaklah akidah Islam mereka, dan pemurtadan pun bisa saja terjadi.

Para korban yang lemah akidah akan sangat mudah mengikuti kemauan dari para misionaris ini, mereka rela menjual agamanya hanya demi bantuan yang akhirnya dapat membawa mereka ke jalan yang sesat dan dibenci oleh Allah SWT. Sebagai seorang muslim, seharusnya kita dapat menjaga dengan kuat akidah Islam kita walaupun cobaan yang datang begitu besar.

Sebagai seorang muslim, seharusnya kita bisa sadar dan harus intropeksi diri, kenapa gempa yang terjadi di Lombok terjadi secara berkala dan terus menerus, seharusnya kita memiliki pemikiran bahwa ini bukan terjadi hanya karena fenomena alam semata, tetapi bisa jadi ini adalah teguran dari Sang Maha Pencipta untuk menyadarkan seluruh kaum muslim terutama yang berada di pusat bencana agar lebih mendekatkan diri kepada Nya.

Jangan sampai setelah adanya bencana yang begitu besar dan banyak memakan korban ini, malah menjadikan para korban jauh dari Allah. Justru dengan bencana gempa ini, seharusnya bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah dan harus semakin yakin bahwa hanya Allah lah tempat kita berlindung, dan hanya kepada Allah lah kita bisa meminta pertolongan.

Sehingga kita tidak lemah dan tidak mudah untuk masuk ke dalam pendangkalan akidah yang di bawa oleh para misionaris dengan dalih memberikan bantuan.

Pendangkalan akidah atau pemurtadan ini bisa terus terjadi di dalam sistem yang kepemimpinannya tidak berparadigma riayah dan junnah, dimana sistem yang sekarang dijalani adalah sistem kapitalis sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan sehingga negara tidak bisa mengurus dan tidak bisa bertanggung jawab dalam menjaga umat, termasuk menjaga akidah umat.

Seharusnya negara bisa memberikan bantuan secara maksimal kepada para korban bencana gempa Lombok, sehingga tidak ada celah bagi para misionaris yang mengambil kesempatan untuk melakukan aksi mereka.

Negara juga harus bisa memberikan keamanan kepada para korban agar akidah Islam mereka terjaga, sehingga tidak mudah untuk menerima bantuan dari yayasan kristen yang bisa merusak akidah dan murtad dari keIslamannya.

Oleh karena itu negara harus bisa mengontrol siapa saja yang memberikan bantuan, termasuk memastikan bahwa organisasi kemanusiaan yang datang memberikan bantuan tidak disusupi oleh kepentingan-kepentingan yang dapat merusak akidah umat dan memecah belah persatuan.
Namun, hal tersebut sulit untuk dilakukan saat ini.

Selama sistem yang di emban masih kapitalis sekuler. Maka dari itu,agar kekhawatiran pemurtadan pada para korban gempa di Lombok sebenarnya hanya bisa terselesaikan dengan sistem Islam.

Karena sistem Islam akan mengurusi umat, mensejahterakan dan menjaga akidah mereka melalui penerapan hukum-hukum Islam secara keseluruhan. Sehingga bila ada korban dari bencana alam tidak akan ada lagi para penyusup yang melakukan aksi pemurtadan kepada para korban bencana.[MO/sr]


Posting Komentar