Oleh: Rif’atus Sholihah

Mediaoposisi.com- Perekonomian adalah pondasi dalam membangun negara. Melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini, begitu miris bisa dikatakan mengalami krisis dalam perekonomian.

Berlatar belakang itulah Presiden memikirkan cara yang efektif dalam membangun perekonomian Indonesia, melihat UKM (Usaha Kecil Menegah) yang lebih digemari masyarakat karena kekreatifan yang dihasilkan oleh industry kreatif seminal usaha distor, produk dibuat dengan jumlah yang tidak banyak dan banyak model yang digemari oleh masyarakat.

Tak hanya dalam bidang distor belaka namun banyak pula dari UKM yang lebih diminati oleh masyarakat pada umumnya.  Disisi lain, bila kita pandang menurut beberapa pakar terkait dengan industry kreatif, dalam pernyataan Alvin Toffler (1980) dalam teorinya melakukan pembagian gelombang peradaban ekonomi kedalam tiga gelombang.

Gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga adalah gelombang ekonomi informasi.  Selain itu, Menurut ahli ekonomi Paul Romer (1993), ide adalah barang ekonomi yang sangat penting, lebih penting dari objek yang ditekankan di kebanyakan model-model ekonomi.

Di dunia dengan keterbatasan fisik ini, adanya penemuan ide-ide besar bersamaan dengan penemuan jutaan ide-ide kecil-lah yang membuat ekonomi tetap tumbuh. Ide adalah instruksi yang membuat kita mengkombinasikan sumber daya fisik yang penyusunannya terbatas menjadi lebih bernilai.

Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia sangatlah membantu perekonomian bahkan membantu pula dari segi APBN.

Ekonomi kreaif sejak tahun 2013 lalu telah menjadi sektor ke-10 dalam sektor perekonomian Indonesia (sumber BPS), kontribusi Ekraf terhadap PDB sebesar 7,05% , serapan tenaga kerja sekitar 10% dari total angkatan kerja serta ekpor Ekraf sebesar 7,27% dari total keseluruhan ekspor Indonesia.

Meskipun, angka tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar, namun ketimpangan ekonomi masih terasakan hingga saat ini. Tak perlu resah menghadapi hal tersebut, karena perlu kita ingat kembali bahwasanya Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah, dimana bila dimanfaatkan sebagai kebutuhan rakyat Indonesia bisa memenuhinya.

Banyak data mengatakan terkait dengan kondisi sumber daya alam Indonesia bahkan asingpun meliriknya serta mencoba menguasainya menggunakan berbagai langkah strategi yang mereka bangun, bahkan jalan strategi terhalus mereka menggunakan kerjasama terhadap proyek dari sumber daya alam Indonesia.

Berita yang kini hangat terjadi di Indonesia yaitu terkait dengan wacana PT Pertamina akan dijual kepada asing karena melihat keuangan pertamina yang bisa dibilang tidak stabil.

Ketika kita melihat data dari Refinery Development Master Plan (RDMP) menunjukan beberapa status PT Pertamina yang sedang melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Artinya, PT Pertamina sedang dikuasai oleh pihak lain selain dari pihak pemerintah.

Maka, ketika ketika melihat hal ini, perlu kita dudukan bagaimana seharusnya pengelolaan yang harus dilakukan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dari segi pemaksimalan sistem ekonomi.

Runtutan langkah-langkah sistem ekonomi yang mampu memaksimalkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat telah dijelaskan didalam sistem ekonomi dalam islam yang pernah dicerminkan ketika islam pernah menguasai 2/3 dunia selama 13 abad.

Karena bila, kita hanya bersandar pada ekonomi kreatif nantinya tidak akan menghasilkan sebuah keuntungan yang besar yang mampu disalurkan kepada seluruh rakyat. Sehingga, sudah layaknya kita kembalikan dan kita dudukkan seluruh problem didunia ini menggunakan aturan islam.[MO/sr]

Posting Komentar